RI-Australia Gandeng Tangan Transformasi Sistem Kesehatan

Rabu, 22 Juli 2026 | 14:57:20 WIB
Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard dalam peluncuran Kemitraan Indonesia–Australia untuk Transformasi Kesehatan (KITA SEHAT) di Jakarta.(Sumber:NET)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Australia resmi meluncurkan program kolaborasi jangka panjang Kemitraan Indonesia-Australia untuk Transformasi Kesehatan (KITA SEHAT) guna mendorong percepatan transformasi sektor kesehatan manusia serta hewan di tanah air.

Tujuan utama dari KITA SEHAT adalah mendukung tercapainya visi “Kesehatan untuk Semua” sebagai fondasi krusial dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Guna merealisasikan target tersebut, inisiatif ini memfokuskan kegiatannya pada empat pilar utama, yakni penguatan regulasi serta tata kelola layanan kesehatan primer, optimalisasi pelayanan kesehatan primer, pengembangan komponen pendukung sistem kesehatan, dan peningkatan ketahanan kesehatan.

“Program ini adalah investasi bersama untuk membangun sistem kesehatan Indonesia, lebih kuat, lebih tangguh dan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Dalam RPJPN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional) 2025-2045, pembangunan kesehatan ditempatkan sebagai salah satu fondasi utama transformasi Indonesia,” ujar Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard dalam agenda peluncuran KITA SEHAT, dari keterangan resmi, di Jakarta.

Inisiatif bernilai pendanaan hingga 100 juta dolar Australia ini diagendakan berjalan dua fase selama rentang waktu 2025-2033 melalui sinergi Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pertanian selaku instansi pelaksana yang berkoordinasi langsung dengan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia.

Pelaksanaan KITA SEHAT turut menggandeng sejumlah organisasi internasional seperti World Health Organization (WHO), United Nations Children's Fund (UNICEF), dan United Nations Population Fund (UNPFA) sebagai mitra strategis pembangunan.

Implementasi program KITA SEHAT akan dijalankan secara paralel di tingkat pusat serta tiga wilayah provinsi, yakni Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat Daya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya tanggung jawab pemerintah dalam menjamin ketersediaan akses pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Pemerintah harus menjaga masyarakat agar tetap sehat. Fokus kedua adalah mengobati masyarakat yang sakit. Fokus utama harus berada pada layanan primer, baru kemudian layanan rujukan. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Australia yang telah membantu Pemerintah Indonesia. Saya juga ingin meminta dukungan Pemerintah Australia agar cakupan imunisasi dapat meningkat hingga di atas 90 persen,” kata Menkes.

Senada dengan komitmen tersebut, pihak Pemerintah Australia menegaskan dukungan penuhnya terhadap penguatan sistem kesehatan di Indonesia melalui kolaborasi KITA SEHAT.

"KITA SEHAT mencerminkan kuatnya kemitraan kesehatan yang telah lama terjalin antara Australia dan Indonesia, serta komitmen bersama kami untuk mewujudkan kesehatan bagi semua. Australia bekerja sama dengan Indonesia untuk memperkuat layanan kesehatan primer, meningkatkan gizi masyarakat, dan membangun sistem ketahanan kesehatan yang lebih tangguh," ujar Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath.

Melalui kerja sama terpadu antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga mitra pembangunan, program ini ditargetkan mampu menciptakan terobosan, pembelajaran, serta praktik terbaik yang dapat direplikasi secara meluas demi mempercepat hadirnya “Kesehatan untuk Semua”.

“Program KITA SEHAT bukan sekadar proyek kerja sama. Program ini adalah investasi bersama untuk membangun sistem kesehatan Indonesia yang lebih tangguh menghadapi tantangan saat ini dan masa depan. Keberhasilan program tidak diukur dari lamanya program berjalan, melainkan dari seberapa kuat sistem kesehatan dan kapasitas nasional yang berhasil dibangun,” kata Wamen Febrian itu pula.

Terkini