JAKARTA - TNI Angkatan Darat memastikan pemeliharaan dan perawatan munisi di Gudang Pusat Munisi II Puspalad, Saradan, Kabupaten Madiun, telah dilakukan sesuai prosedur sebelum ledakan terjadi.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, mengatakan insiden terjadi saat personel melaksanakan pemeliharaan munisi sesuai aturan.
“Pemeliharaan dan perawatan memang sudah melalui prosedur-prosedur yang dijalankan, mulai dari briefing awal sampai pelaksanaan,” kata Donny, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ia menegaskan TNI AD masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan dan jenis amunisi yang meledak.
“Untuk jenis munisi dan sebagainya kita menunggu tim investigasi,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Donny menambahkan bahwa lokasi kejadian telah diamankan dan ditutup.
“Penanganannya tidak sembarangan. Tidak bisa langsung masuk. Saat ini sedang dilakukan pembersihan dulu, mulai dari ring luar sampai ke titik tempat meledaknya,” ucapnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Donny menyebut tidak ada batas waktu khusus untuk investigasi.
“Investigasi menyeluruh. Untuk waktunya tidak dibatasi, yang jelas secepatnya agar semuanya bisa terbuka,” tandasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sebelumnya, ledakan mengakibatkan seorang personel gugur, empat luka berat, dan dua luka ringan. Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Tim investigasi TNI AD juga telah diterjunkan ke lokasi guna mengungkap kronologi dan penyebab pasti insiden tersebut.