JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis sore menguat 82 poin atau 0,45 persen menjadi Rp17.986 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.068 per dolar AS.
Analis Bank Woori, Saudara Rully Nova, menyebut penguatan rupiah dipengaruhi oleh rencana pemerintah untuk menjaga inflasi dan mitigasi dampak El Niño.
“Rencana pemerintah menjaga inflasi dan langkah yang akan dijalankan untuk mitigasi dampak el-nino diapresiasi positif pelaku pasar,” ungkapnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan cadangan pangan selain beras dalam kondisi siap. Stok beras di Bulog tercatat 5,2 juta ton per 8 Juli 2026. Cadangan pangan daerah tingkat provinsi 7,34 ribu ton dan kabupaten/kota 13,15 ribu ton tersebar di 323 daerah.
Cadangan jagung pakan 188 ribu ton, minyak goreng 1,1 ribu kiloliter, gula konsumsi 2,79 ribu ton, serta daging ayam 38 ton. “Mitigasi dampak el-nino sangat penting dalam hal pengendalian harga pangan mengingat inflasi sudah mendekati target BI 1,5-3,5 persen,” ujar Rully, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pelaku pasar bersikap wait and see jelang RDG BI pekan depan. BI diperkirakan menahan suku bunga acuan 5,75 persen dan menjalankan bauran kebijakan melalui lelang SRBI serta intervensi valas dan SUN.
S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia BBB dengan prospek stabil, turut menguatkan rupiah. Sentimen global berupa melandainya inflasi dan indeks dolar AS juga memberi dorongan positif. Kurs JISDOR BI hari ini menguat di level Rp18.041 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.064 per dolar AS.