DENPASAR – Pembangunan proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik (PSEL) di Denpasar Raya, Bali, resmi dimulai. Fasilitas ini dirancang mampu mengolah 1.400 ton sampah per hari menjadi energi listrik, sekaligus menjadi solusi jangka panjang pengelolaan sampah di wilayah tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut fasilitas waste-to-energy ini diharapkan menjawab tantangan pengelolaan sampah sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. “Melalui pembangunan PSEL, kita tidak hanya mengurangi beban sampah yang menumpuk, tetapi juga mengubahnya menjadi sumber energi bernilai ekonomi,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Masa konstruksi PSEL Denpasar Raya berlangsung sekitar 18 bulan dan ditargetkan beroperasi pada akhir 2027. Proyek ini juga diharapkan menjadi model pengembangan fasilitas serupa di berbagai daerah Indonesia.
Pembangunan PSEL Denpasar turut didukung PT SUCOFINDO (Persero) melalui pelaksanaan Waste Analysis & Characterization (WAC) dan investigasi lahan. Kajian dilakukan di TPA Suwung yang melayani Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sebagai sumber utama timbulan sampah.
Direktur Utama SUCOFINDO, Sandry Pasambuna, menjelaskan pengujian mencakup timbulan sampah harian, komposisi, nilai kalor, kadar air, dan kadar abu. “Pengelolaan sampah berbasis data akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ekonomi sirkular serta mendukung target pembangunan berkelanjutan Indonesia,” tegasnya.
Dengan dukungan teknologi dan kajian ilmiah, PSEL Denpasar diharapkan mampu mengurangi beban TPA sekaligus menghasilkan energi terbarukan, menjadikannya proyek strategis nasional yang memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.