Tragedi Sampoong Department Store, 502 Orang Tewas dan Ribuan Terjebak

Senin, 13 Juli 2026 | 23:13:16 WIB
Ilustrasi Sampoong Department Store (sumber foto: NET)

SEOUL – Tragedi runtuhnya Sampoong Department Store di Korea Selatan menjadi salah satu contoh kegagalan arsitektur paling mematikan dalam sejarah. Mal Megah yang dibangun pada 1987 itu ambruk pada Juni 1995 dan menelan 502 korban jiwa.

Awalnya, bangunan dirancang sebagai apartemen 4 lantai oleh Woosung Constructions. Namun, Lee Joon dari Sampoong Group memodifikasi rencana menjadi mal 5 lantai. Perubahan mendadak ini ditentang kontraktor karena berisiko terhadap struktur, tetapi proyek tetap dilanjutkan dengan pilar yang diperkecil dari 80 cm menjadi 60 cm dan jarak antarpilar diperlebar.

Selain itu, sistem pendingin udara dipasang di atap tanpa memperhitungkan beban tambahan. Pada April 1995, retakan besar mulai muncul di bangunan. Meski ada tanda bahaya, manajemen enggan mengevakuasi karena khawatir kehilangan 40.000 pelanggan harian.

Puncaknya terjadi pada 29 Juni 1995 pukul 18.00 waktu setempat. Suara retakan besar terdengar, sistem pendingin lantai 5 ambruk, dan pilar runtuh bersamaan. Dalam hitungan detik, seluruh bangunan hancur. Sebanyak 502 orang tewas, lebih dari 1.000 terjebak, dan evakuasi berlangsung hingga 20 hari.

Lee Joon dinyatakan bersalah atas kelalaian dan dijatuhi hukuman 10,5 tahun penjara. Kerugian materiil mencapai US$216 juta atau Rp3,8 triliun, sementara kompensasi bagi keluarga korban mencapai US$300 juta atau Rp5,4 triliun.

Tragedi ini menjadi pelajaran penting tentang bahaya cacat arsitektur dan kelalaian manajemen dalam mengutamakan keuntungan dibandingkan dengan keselamatan manusia.

Terkini

Panduan Memulai Investasi Saham Untuk Pemula

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:19:01 WIB

Tips Berhemat Tanpa Mengurangi Kualitas Hidup

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:03:45 WIB