BPS: Lulusan SMA dan SMK Dominasi Angka Pengangguran di Solo

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:49:08 WIB
Petugas melayani para pencari kerja (FOTO: NET)

SOLO - Jumlah pengangguran terbuka di wilayah Kota Solo, Jawa Tengah dikabarkan menunjukkan tren penurunan.

Mengacu pada data milik Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo, tingkat pengangguran pada tahun 2025 berada di angka 4,50 persen atau merosot sebesar 0,11 persen dibandingkan tahun 2024 yang menyentuh 4,61 persen.

"Dari tahun 2025 kami memang mengalami penurunan 4,50 persen," kata Kepala BPS Kota Solo, Ratna Setyowati di Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026).

Ia memaparkan, persentase pengangguran terbuka tersebut mayoritas diisi oleh para lulusan SMA/SMK.

"Kebanyakan memang untuk lulusan SMA/SMK. Ini masih paling banyak dari tahun ke tahun. Dari 2023 memang lulusan itu yang paling banyak," ungkap dia.

Ratna menguraikan penyebab utama mengapa para lulusan SMA/SMK tersebut banyak yang belum mampu terserap oleh pasar kerja.

"Kami melihatnya spek dari lulusan itu belum siap untuk ditempatkan di tempat kerjanya. Jadi industri yang dibutuhkan itu belum bisa dipenuhi oleh lulusan ini," kata dia.

Ia mengutarakan, sempat mengajukan permohonan kepada instansi terkait guna meninjau ulang kurikulum SMK agar para lulusannya dapat diserap secara optimal oleh dunia kerja.

"Kami pernah diskusi dengan dinas waktu itu supaya kurikulum yang ada di SMK mungkin bisa di-review supaya bisa mengakomodir para industri-industri itu apa bisa memberikan pembelajaran di sekolahnya itu," paparnya.

Berdasarkan penuturan Ratna, berkurangnya angka pengangguran terbuka ini tidak lepas dari andil Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang sangat aktif menggelar bursa kerja.

"Makanya ini kesempatan kerja yang ada dari pemerintah kota sangat gencar juga dilaksanakan job fair. Pak Wali sudah pasang spanduk ini harapannya bisa memberikan tempat untuk (pencari kerja)," imbuh Ratna.

Seperti yang telah diketahui, Pemkot Solo menggelar agenda Solo Career Expo 2026 selama dua hari di Pendapi Gede Balai Kota, tepatnya pada Rabu hingga Kamis (24-25/6/2026).

Kepala Disnaker Solo, Pramutedy Sukoco, memastikan bahwa perhelatan Solo Career Expo 2026 ini sengaja dikonsepkan demi menjadi wadah penghubung nyata yang mempertemukan keperluan sektor industri dengan masyarakat pencari kerja.

“Solo Career Expo melibatkan 40 perusahaan, ada 6.401 lowongan kerja. Nggih, sejak dimulai untuk pendaftaran yang melalui online sudah kami siapkan sejak tanggal 17 Juni kemarin,” urai Tedy.

Walau bursa kerja ini lebih memprioritaskan masyarakat yang memiliki KTP Solo, Tedy tidak menepis bahwa kesempatan tersebut tetap terbuka bagi para pencari kerja dari luar wilayah apabila perusahaan memang memerlukan kriteria tersebut.

Pameran kerja ini menjadi sebuah tindakan yang sangat penting, mengingat data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan jumlah pengangguran di Kota Solo berada pada level 4,5 persen atau berkisar di angka 13.200 orang.

“Nanti mulai Agustus dari BPS akan melakukan survei, jadi nanti setelah Agustus baru kami bisa tahu turun atau enggak dari tahun-tahun. Dengan adanya Career Expo ini kan salah satu tujuan kami untuk mempertemukan pencari kerja dan pemberi kerja,” paparnya.

Terkini