Australia Rasakan Euforia Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Turki 2-0

Kamis, 18 Juni 2026 | 09:09:35 WIB
Connor Metcalfe (kesatu dari kanan) dari Australia merayakan pertandingan grup D antara Australia dan Turki di Piala Dunia FIFA 2026 di BC Place Vancouver di Vancouver, Kanada.(FOTO:NET)

MELBOURNE - Walaupun terpisah jarak ribuan mil dari tempat penyelenggaraan turnamen, Australia tetap merasakan atmosfer euforia yang serupa dalam ajang Piala Dunia FIFA 2026.

Puluhan ribu warga di seantero Australia memadati jalanan dengan atribut berwarna hijau dan emas pada Minggu (14/6) demi melihat keunggulan pembuka Socceroos 2-0 atas Turki di Piala Dunia.

Pencapaian tersebut disambut dengan penuh kegembiraan di seluruh negeri serta diapresiasi di Australia sebagai salah satu performa paling impresif dari tim nasional (timnas) putra dalam sejarah laga Piala Dunia.

Pada edisi Piala Dunia terdahulu, laga yang dilakoni Socceroos umumnya baru dimulai pada larut malam atau dini hari waktu Australia.

Namun, pertandingan kontra Turki kali ini berlangsung tepat pukul 14.00 Waktu Standar Australia Timur (AEST) atau pukul 11.00 WIB pada hari Minggu, sehingga menyajikan momentum langka bagi publik untuk berkumpul sekaligus memberikan dukungan kepada timnas mereka.

SBS selaku lembaga penyiaran resmi Piala Dunia di Australia menyatakan bahwa total pemirsa siaran langsung laga tersebut menembus 4,78 juta jiwa, angka yang mempresentasikan kiranya 17 persen dari seluruh populasi Australia.

Area nonton bareng (nobar) yang tersohor di pusat kota Melbourne bahkan telah dipadati oleh sekitar 7.000 suporter semenjak satu jam sebelum sepak mula, sedangkan 9.100 pemirsa lainnya memantau jalannya laga di AAMI Park, Melbourne.

Bukan hanya itu, kurang lebih 6.000 orang pun ikut menyaksikan laga tersebut melalui titik nobar di Adelaide, yang merupakan kota asal dari sang pencetak gol timnas Australia, Nestory Irankunda.

Saat berbicara kepada awak media pada Senin (15/6), Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese memaparkan bahwa armada Socceroos sejatinya telah "dipandang sebelah mata" oleh Turki.

"Gol-gol yang dicetak oleh Nestory Irankunda dan Connor Metcalfe merupakan gol yang luar biasa, tercipta melalui serangan balik, setelah tim berhasil menerapkan strategi pertahanan ekstensif dan efektif," ujarnya.

Lewat sumbangan gol pembukanya di Vancouver, Irankunda yang kini baru menginjak usia 20 tahun menorehkan rekor sebagai pilar Socceroo paling muda yang sanggup melesakkan gol dalam pentas Piala Dunia.

Pemain sayap tersebut menjadi sosok termuda di susunan pemain utama timnas Australia, yang sekaligus menjadi komposisi skuad termuda yang pernah diturunkan Socceroos sepanjang sejarah Piala Dunia dengan rata-rata usia 24,6 tahun.

Ada sepuluh nama dari susunan pemain utama yang mencatatkan debut mereka dalam kompetisi Piala Dunia saat bersua Turki, termasuk penjaga gawang berusia 22 tahun, Patrick Beach, yang performanya mendapat sanjungan luas di Australia sehabis secara mengejutkan dipasang guna menggantikan kapten senior Mathew Ryan.

"Saya salut kepadanya karena dia memang luar biasa," sebut Mark Schwarzer, mantan kiper timnas Australia, yang mencatatkan 109 penampilan bersama Socceroos selama 20 tahun, saat mengomentari performa Beach kepada Australian Broadcasting Corporation. "Dia ditempatkan dalam sebuah posisi dengan tekanan luar biasa. Jelas pelatihnya memercayainya 100 persen, karena jika tidak, dia tidak akan pernah menempatkannya di posisi seperti itu."

Seiring keberhasilan Socceroos menembus putaran final Piala Dunia untuk keenam kalinya secara beruntun, hasil positif atas Turki ini memicu masyarakat Australia untuk bermimpi memetik kemenangan perdana di fase gugur.

Sebelumnya, langkah mereka selalu kandas di babak 16 besar, masing-masing oleh Italia yang kemudian keluar sebagai juara pada 2006, serta Argentina yang juga berakhir menjadi kampiun pada 2022.

Alessandro Circati (22), pemain belakang timnas Australia, menyebutkan bahwa minimnya jam terbang bukanlah sebuah titik lemah bagi pasukannya.

"Tim yang bermain di lapangan itu memang sangat, sangat muda. Namun, pengalaman saja tidak menjamin segalanya," tuturnya. "Energi yang dimiliki tim, hasrat untuk memenangkan duel, serta untuk memenangkan adu kecepatan, hal-hal itulah yang pada akhirnya membawa kami pada kemenangan, dan itulah yang kami lakukan," katanya.

Terkini