JAKARTA - Gelombang kritik yang menerpa aktris pemenang piala Oscar, Lupita Nyong'o, terkait keterlibatannya dalam proyek film terbaru sutradara Christopher Nolan, The Odyssey, kian memanas.
Setelah sebelumnya menuai sorotan miring yang menjurus ke arah rasial karena memerankan tokoh ikonik dari peradaban Yunani kuno, Helen of Troy, kini aktris berusia 43 tahun tersebut harus menghadapi tudingan baru dari netizen yang melabelinya sebagai sosok "munafik."
Sorotan Standar Ganda dari Komentar Masa Lalu
Kontroversi ini meruncing setelah netizen di media sosial menggali kembali rekaman wawancara lawas Lupita saat mempromosikan film Marvel, Black Panther.
Dalam cuplikan yang kini viral di platform X (dahulu Twitter), Lupita menekankan betapa pentingnya bagi industri sinema global untuk menyajikan kebudayaan Afrika secara akurat dan presisi, bukan sekadar generalisasi yang dangkal.
"Apa yang ditunjukkan oleh Black Panther kepada kami adalah bahwa ada banyak sekali orang yang paham akan misrepresentasi yang selama ini dialami oleh Afrika," ujar Lupita dalam wawancara masa lalu tersebut.
Lupita juga sempat menegaskan bahwa fokus kariernya adalah melakukan demistifikasi atau penghapusan mitos keliru tentang benua Afrika.
Komitmen protektif terhadap budayanya sendiri inilah yang kini dinilai netizen berbanding terbalik dengan keputusannya menerima peran sebagai figur mitologi Yunani.
Netizen menilai terdapat standar ganda yang nyata. Lupita dianggap sangat menuntut akurasi terhadap ranah budaya Afrika, namun tidak berkeberatan melakukan "misrepresentasi" atas adat dan mitologi bangsa Yunani.
Kritik Netizen dan Rekam Jejak 'The Woman King'
Sebuah unggahan di media sosial X yang telah dilihat lebih dari 500 ribu kali secara blak-blakan menyudutkan sang aktris atas inkonsistensi sikapnya.
"Jadi Lupita kesal dengan 'misrepresentasi' budaya Afrika TAPI tidak punya masalah untuk melakukan hal yang sama secara terang-terangan terhadap budaya Yunani... wanita ini benar-benar munafik," tulis salah seorang netizen dalam unggahan yang viral.
Tidak hanya itu, netizen lain juga mengungkit keputusan masa lalu Lupita yang pernah menolak terlibat dalam proyek film The Woman King demi memegang teguh prinsip keakuratan sejarah dan adat Afrika.
Langkah masa lalunya itu kini dijadikan senjata oleh netizen untuk memperkuat tudingan inkonsistensi terhadap prinsip yang ia agungkan.
Sebelum polemik komentar lawas ini mencuat, Lupita sempat meredam protes publik dengan menjelaskan bahwa The Odyssey merupakan sebuah narasi berwujud mitologi.
Oleh karena itu, jajaran pemerannya sengaja dipilih secara inklusif guna memproyeksikan "representasi dari dunia."
Hingga saat ini, baik pihak perwakilan Lupita Nyong'o maupun Christopher Nolan belum memberikan respons atau pernyataan resmi terkait polemik terbaru ini.
Di sisi lain, proyek ambisius The Odyssey yang juga bertabur bintang papan atas seperti Matt Damon, Anne Hathaway, Tom Holland, hingga Zendaya, dipastikan tetap berjalan sesuai rencana dan dijadwalkan tayang di bioskop pada bulan Juli mendatang.