Foto Mahasiswi Diedit Tak Senonoh Pakai AI, Satgas PPKS Turun Tangan

Foto Mahasiswi Diedit Tak Senonoh Pakai AI, Satgas PPKS Turun Tangan
Ilustrasi Pelecehan Seksual.(Sumber:NET)

SURABAYA - Dugaan aksi pelecehan seksual dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) terungkap di salah satu perguruan tinggi di Surabaya.

Dalam peristiwa ini, foto milik seorang mahasiswi diduga disunting sedemikian rupa hingga menghasilkan konten tak senonoh.

Merespons kejadian tersebut, jajaran pimpinan perguruan tinggi mengklaim langsung mengambil tindakan cepat guna mengusut dugaan pelecehan seksual ini dengan melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) serta pihak pimpinan fakultas yang berkaitan.

“Sementara ini pihak kampus masih mencari dan menyelidiki bukti-bukti lebih lanjut,” kata pihak humas kampus tersebut, Sabtu (15/8/2026).

Pihak humas institusi tersebut menyampaikan bahwa saat ini tim internal tengah mengumpulkan serta mendalami bermacam bukti, termasuk memintai penjelasan dari pihak terduga pelaku maupun mahasiswi yang ditengarai menjadi korban.

Pengelola perguruan tinggi mengestimasi proses pemanggilan serta pengumpulan alat bukti bakal berlangsung dalam kurun waktu beberapa hari mendatang.

Sesudah seluruh fakta berhasil dihimpun dan divalidasi, pihak kampus berjanji akan memberikan pernyataan resmi kepada khalayak luas.

“Jadi, masih belum ada kayak keterangan resminya. Ya paling 2-3 hari-an lah mungkin. Karena ini Sabtu, Minggu, paling baru kami kumpulkan si orangnya, terus korban-korbannya kami kumpulkan mungkin Senin. Ya mungkin Senin atau Selasa nanti ada keterangan resminya,” ucapnya.

Proses pemeriksaan, lanjutnya, dilangsungkan guna memastikan urutan kejadian sekaligus memverifikasi pihak-pihak yang terseret dalam dugaan kasus ini sebelum melangkah ke tindakan hukum berikutnya.

Pihak kampus pun terus menggali fakta terkait kabar yang mengindikasikan bahwa perbuatan tersebut diduga telah terjadi berulang kali.

“Intinya kampus sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait perihal hal ini, jadi ada nanti tim Satgas PPKS dan juga unsur pimpinan fakultas sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait untuk penyelidikan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, kabar mengenai dugaan kekerasan seksual berbasis teknologi AI ini mendadak gempar dan menjadi perbincangan hangat usai viral di jejaring media sosial.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index