KM Labobar Perawatan Rutin, KM Sinabung Ambil Alih Rute Fakfak

KM Labobar Perawatan Rutin, KM Sinabung Ambil Alih Rute Fakfak
Ilustrasi KM Labobar saat singgah menurunkan dan menaikan penumpang di Pelabuhan Fakfak, Papua Barat.(Sumber:NET)

TIMIKA - PT Pelni (Persero) mengerahkan Kapal Motor (KM) Sinabung guna mengisi rute pelayaran menuju Fakfak, Papua Barat, untuk sementara waktu menggantikan KM Labobar yang tengah menjalani pemeliharaan tahunan (docking) sepanjang bulan Agustus nanti.

Kepala Cabang PT Pelni Fakfak Agus Zuldi Hermawan yang dihubungi ANTARA dari Timika, Rabu, menyampaikan bahwa KM Labobar sedang menjalani perawatan berkala saban tahun di PT Samudera Marine Indonesia, Cilegon, Banten, terhitung sejak 23 Juli 2026.

Pelayaran terakhir kapal tersebut menuju Fakfak berlangsung pada 16 Juli lalu.

"KM Labobar akan kembali berlayar melayani rute Fakfak setelah seluruh proses pengerjaan selesai. Untuk pengganti sementara, Pelni menyiapkan KM Sinabung yang akan singgah di Fakfak pada 9 Agustus 2026," kata Agus.

Trayek pelayaran KM Sinabung sendiri bakal bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, menyinggahi Makassar, Bau-Bau, Ambon, Banda, Tual, Dobo, Kaimana, hingga Fakfak, lalu berlayar kembali mengikuti rute sebaliknya.

Agus menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat Fakfak dalam memanfaatkan potong harga tiket sebesar 30 persen pada masa liburan sekolah periode Juni-Juli lalu terbilang amat tinggi.

"Saat musim ramai kemarin itu kuota diskon 30 persen seluruhnya terjual habis. Bahkan kami mengajukan penambahan kuota untuk non seat dengan fasilitas matras atau alas tidur karena permintaan sangat tinggi," ujarnya.

Di samping KM Labobar, Pelni turut menyiagakan jajaran kapal lainnya guna melayani pelayaran ke Fakfak menuju pelbagai kota di kawasan barat Indonesia maupun wilayah intra-Papua, di antaranya KM Tatamailau, KM Sangiang, KM Umsini, serta tiga armada perintis yakni Sabuk Nusantara 42, Sabuk Nusantara 75, dan Sabuk Nusantara 96.

Agus mengimbau para calon penumpang agar memesan tiket resmi lewat aplikasi Pelni Mobile atau situs www.pelni.co.id, menghindari pembelian lewat calo, mencegah tiket tiruan dengan memeriksa kode pemesanan di laman resmi Pelni, serta memastikan identitas diri sesuai dengan yang tercantum pada tiket.

Sampai saat ini, operasional kapal PT Pelni beserta kapal perintis di Pelabuhan Fakfak dipastikan berlangsung aman tanpa adanya aduan gangguan maupun tindak kejahatan.

Pihak Pelni Fakfak bersama PT Pelindo setempat juga terus berkomitmen membenahi kualitas layanan bagi pengguna jasa.

Selain penyediaan alat pemindai x-ray yang kini difungsikan untuk penumpang yang hendak berangkat, agenda berikutnya mencakup renovasi terminal pelabuhan serta pembenahan aspal di area pelabuhan.

Peralatan pemindai x-ray digunakan kepada tiap penumpang yang memasuki kawasan pelabuhan sekaligus memeriksa barang bawaan mereka.

"Apakah penumpang itu bawa narkoba, benda tajam atau minuman keras. Kalau dapat itu, kami tahan barang itu tidak boleh naik di atas kapal. Kami juga berkoordinasi dengan pihak berwajib. Kalau penumpang turun juga kami kontrol dan mereka juga sudah dicek di pelabuhan asal," ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index