JAKARTA - Tomat adalah salah satu jenis buah yang berkhasiat membantu menangani beragam masalah kesehatan.Kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan tinggi di dalamnya membuat tomat sejak lama dikaitkan dengan efek perlindungan dari ancaman penyakit kronis.
Mengurangi risiko penyakit kanker menjadi salah satu khasiat utama dari buah tomat.Asupan tomat, terutama yang sudah dimasak, terbukti berhubungan dengan menurunnya risiko penyakit kanker prostat.
Hal tersebut disokong oleh adanya kandungan likopen serta beta-karoten, dua antioksidan kuat yang berkhasiat menjaga sel dari kerusakan dan membantu menghentikan pertumbuhan sel kanker dengan menetralkan radikal bebas penyebab mutasi sel.
Selain itu, menerapkan pola makan yang kaya tomat teruji dapat menekan risiko penyakit jantung yang merupakan penyebab kematian utama di banyak negara.
Merujuk pada ulasan ilmiah, konsumsi likopen dan tingginya kadar antioksidan dalam darah mampu menekan risiko penyakit jantung hingga 14 %.
Riset lanjutan turut menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi tomat segar, olahan saus, ataupun sup gazpacho berhubungan dengan penurunan risiko hipertensi sampai 36 %.
Nutrisi di dalam buah tomat juga berkhasiat mencegah datangnya sembelit.Buah ini menjadi sumber serat larut dan tidak larut yang amat penting untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan.
Fungsi serat larut adalah membentuk tekstur gel guna mempermudah proses pencernaan, sementara serat tidak larut bertugas menambah volume feses dan melancarkan buang air besar, sehingga kombinasi keduanya ampuh mencegah sembelit sekaligus menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
Guna mencegah lonjakan penderita diabetes tipe 2 secara alami, mengonsumsi tomat sangat dianjurkan.
Kandungan likopen pada tomat memiliki efek antiinflamasi dan pelindung sel yang sanggup menekan risiko resistensi insulin sekaligus mencegah kerusakan sel pankreas yang menjadi faktor kunci berkembangnya diabetes.
Mengonsumsi tomat turut memberikan pengaruh positif untuk kesehatan otak dan daya ingat, khususnya ketika berhadapan dengan risiko penyakit Alzheimer serta penurunan fungsi kognitif akibat penuaan.
Potensi likopen pada tomat mampu melindungi otak dari kerusakan oksidatif, yang mana sebuah penelitian menunjukkan bahwa kelompok lansia dengan asupan likopen lebih tinggi mengalami penurunan fungsi kognitif yang relatif lebih lambat, sehingga hasil ini mengindikasikan potensi besar tomat dalam merawat kesehatan otak jangka panjang walau tetap memerlukan riset lanjutan.