Tempat Produksi Furniture di Purworejo Kebakaran, Rugi Puluhan Juta

Tempat Produksi Furniture di Purworejo Kebakaran, Rugi Puluhan Juta
Petugas Damkar melakukan proses pendinginan setelah berhasil memadamkan kebakaran yang melanda tempat produksi furniture di Desa Condongsari, Kecamatan Banyuurip, Purworejo.(Sumber:NET)

PURWOREJO - Kebakaran hebat melanda sebuah tempat produksi furniture kayu milik Hilal (60), warga RT 05/RW 03, Desa Condongsari, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Kobaran api yang tiba-tiba membesar melahap bangunan produksi beserta berbagai material kayu yang mudah terbakar, sehingga menyebabkan kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Peristiwa itu menggegerkan warga sekitar.Awalnya terdengar suara letupan dari arah bangunan produksi, sebelum api dengan cepat membesar dan membakar hampir seluruh area usaha.

Salah seorang warga, Ismiati, mengaku mengetahui kejadian setelah mendengar suara mencurigakan dari lokasi."Awalnya terdengar suara bletok-bletok, kemudian tahu-tahu api sudah besar," ujar Ismiati.

Melihat kobaran api yang terus membesar, warga langsung berupaya memberikan pertolongan sekaligus menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Tak lama berselang, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan proses pemadaman.

Berkat kesigapan petugas yang dibantu warga, api akhirnya berhasil dijinakkan sebelum merembet ke rumah-rumah dan bangunan lain di sekitar lokasi.Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.

Namun, bangunan tempat produksi furniture beserta berbagai peralatan, bahan baku kayu, dan material lainnya hangus terbakar.

Kerugian sementara diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Petugas juga masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan sumber awal munculnya api.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang menggunakan bahan mudah terbakar seperti kayu dan serbuk gergaji, agar lebih meningkatkan kewaspadaan.

Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, penyediaan alat pemadam api ringan (APAR), serta penyimpanan bahan mudah terbakar sesuai standar keselamatan dinilai penting untuk meminimalkan risiko kebakaran.

Masyarakat juga diimbau segera menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan mencegah api meluas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index