Pelaku Logistik Minta Regulasi Integrasi JTCC Demi Perkuat Rantai Pasok Indonesia

Pelaku Logistik Minta Regulasi Integrasi JTCC Demi Perkuat Rantai Pasok Indonesia
Integrasi JTCC diharapkan tingkatkan efisiensi distribusi dan konektivitas kawasan Jabodetabek. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Kalangan pelaku industri logistik mendesak adanya kepastian regulasi integrasi Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) agar strategi distribusi dan perencanaan usaha lebih pasti.

Sekjen ALFI Institute, Trismawan Sanjaya, menilai kepastian regulasi menjadi prasyarat penting. 

“Kalau tarif masih terpotong-potong, itu menjadi biaya tinggi bagi industri logistik. Kalau tarifnya sudah terintegrasi, pelaku usaha punya lebih banyak pilihan rute, sementara regulasi yang jelas akan meningkatkan kepercayaan dunia usaha dan investor,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Integrasi JTCC diyakini memperkuat akses langsung kawasan industri ke Pelabuhan Tanjung Priok, menciptakan distribusi lalu lintas lebih merata, meningkatkan efisiensi waktu dan biaya, serta memperkuat rantai pasok nasional.

Anggota BPJT Tulus Abadi menyebut integrasi JTCC bagian dari rencana konektivitas yang lebih luas di Jabodetabek. 

“Rencana integrasi pada JTCC merupakan bagian dari upaya konektivitas yang lebih luas dan mencakup sejumlah ruas tol lain yang memenuhi persyaratan,” kata Tulus, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pengamat publik Agus Pambagio menegaskan regulasi diperlukan untuk koordinasi antar-BUJT. “Peraturan Menteri memang harus ada sebagai dasar pelaksanaan integrasi. Yang tidak kalah penting adalah tata kelola dan pengawasannya, supaya integrasi berjalan konsisten dan memberikan kepastian bagi semua pihak,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Agus menambahkan bahwa integrasi tarif harus dilakukan agar pengguna tidak perlu membayar berkali-kali, sementara pengawasan wajib dijalankan agar implementasi benar-benar efektif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index