Pemasangan Girder Rampung, Waskita Pastikan LRT Jakarta Fase 1B Siap Diuji

Pemasangan Girder Rampung, Waskita Pastikan LRT Jakarta Fase 1B Siap Diuji
Pengujian jalur LRT Fase 1B sepanjang 3,6 kilometer menunjukkan sarana transportasi aman digunakan. (sumber foto: NET)

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengebut pengerjaan konstruksi LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai agar dapat beroperasi sesuai target pada Agustus 2026.

Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, menyebut perseroan telah menyelesaikan pemasangan Steel Box Girder di atas jalur aktif Double-Double Track Manggarai. “Saat ini, telah diselesaikan pemasangan Steel Box Girder di atas jalur kereta api aktif Double-Double Track (DDT) Manggarai, dengan window time terbatas kurang dari tiga jam. Rangkaian pemasangan girder dilakukan tanpa mengganggu operasional KRL maupun kereta antarkota yang melintasi jalur tersebut,” kata Paulus dalam keterangan di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Menurut dia, pemasangan girder tanpa mengganggu lalu lintas kereta menunjukkan komitmen tinggi perseroan dalam penerapan sistem Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE). Meski pengerjaan proyek terus dikejar, Waskita tetap memperhatikan standar mutu, keselamatan pekerja, sekaligus meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan.

Perseroan juga mencatatkan pencapaian 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan (lost-time injury) pada pembangunan LRT Jakarta Fase 1B. 

“7,5 juta jam kerja selamat ini menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan proyek yang berada di tengah padatnya lalu lintas Jakarta serta ruang kerja terbatas. Seperti diketahui, tantangan utama (urban constraint) dalam pengerjaan LRT Jakarta, di antaranya lalu lintas Jakarta yang selalu padat,” ujar Paulus.

Saat ini pekerjaan LRT Jakarta Fase 1B dalam proses pengecoran slab deck atau lantai struktural pada jembatan. Pekerjaan itu kemudian langsung dilanjutkan dengan pemasangan beton precast parapet dan udich. “Dijadwalkan pada 1 Agustus mendatang, pekerjaan slab track selesai dicor. Dengan begitu, dapat mendukung persiapan pengujian train run sampai Stasiun Manggarai,” tutur Paulus.

Ia mengungkapkan hingga kini, train run sudah beberapa kali dilaksanakan sampai Stasiun Kayu Manis. Hasil pengujian jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer menunjukkan sarana transportasi tersebut aman digunakan masyarakat. Perseroan juga terus melakukan pengujian sistematis terhadap seluruh komponen, mulai dari jalur, persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional.

“Setiap meter jalur LRT Jakarta Fase 1B merupakan bagian dari tanggung jawab Waskita kepada masyarakat, maka kami kerjakan dengan penuh perhitungan, ketelitian, dan selalu berkoordinasi dengan Jakpro sebagai pemilik proyek,” ungkap Paulus.

Lebih lanjut, ia menegaskan Waskita Karya berkomitmen untuk mendukung terwujudnya integrasi moda transportasi di ibu kota. “Kami optimis kehadiran LRT Jakarta Fase 1B tidak hanya menambah pilihan transportasi umum yang modern, tapi juga memudahkan mobilitas warga dan mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum,” pungkas Paulus.

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index