Proyek Sekolah Rakyat Rp 284 Miliar di Jasinga Capai 80 Persen

Proyek Sekolah Rakyat Rp 284 Miliar di Jasinga Capai 80 Persen
Ilustrasi pembangunan sekolah rakyat (FOTO: NET)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang menjalankan proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang bertempat di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Proyek infrastruktur pendidikan ini memanfaatkan dana APBN senilai Rp 284 miliar serta disiapkan untuk menampung sebanyak 1.080 murid dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Proses pengerjaan dilakukan pada lahan perbukitan berkontur yang memiliki luas 6,96 hektar dengan elevasi setinggi 161 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Kawasan terintegrasi ini ditunjang oleh beragam sarana lengkap, mulai dari gedung sekolah tiap tingkatan, asrama putra dan putri, mes guru, aula serbaguna, sarana ibadah, kantin, area olahraga, serta ruang terbuka hijau.

Menteri PU Dody Hanggodo memaparkan bahwa pendirian Sekolah Rakyat ini jadi langkah konkret pemerintah demi memperlebar keterjangkauan mutu pendidikan sekaligus tabungan masa depan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan mendukung pemerataan akses pendidikan," ujar Dody, dikutip Minggu (28/06/2026).

Proyek konstruksi ini awalnya sempat berhadapan dengan hambatan akibat topografi bukit yang mengharuskan adanya proses pengolahan lahan lewat teknik cut and fill selama dua bulan sebelum mendirikan bangunan.

Di samping itu, kendala iklim berupa intensitas hujan yang tinggi beserta jalur penjelajahan yang sukar menuju titik lokasi ikut menghalangi proses pengiriman bahan bangunan.

Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Jawa Barat Tomi Hendratno memaparkan bahwa wilayah tersebut pada mulanya merupakan area hutan dengan kondisi sudut kemiringan yang amat curam.

"Namun Kementerian PU bisa melaksanakan itu dari lahan berkontur disulap menjadi pusat pendidikan dan pusat pertumbuhan ekonomi," kata Tomi.

Untuk saat ini, kegiatan pengerjaan sudah melangkah pada tingkatan perapian akhir sekaligus memperkokoh sistem dinding penahan tanah demi mengamankan kestabilan tebing di lokasi tersebut.

"Sekarang masih proses finishing dan penguatan dinding penahan tanah karena harus menjaga dari lereng," tambahnya.

Walau dihadapkan pada pelbagai rintangan, pengerjaan yang digarap oleh PT Brantas Abiraya (Persero) bersama PT Prima terus memperlihatkan perkembangan yang berarti.

Sampai dengan tanggal 26 Juni 2026, pencapaian fisik dari pengerjaan proyek ini sudah menyentuh angka 80,21 persen.

Aktivitas pembangunan ini mempekerjakan sebanyak 960 buruh bangunan serta ditopang oleh 25 anggota TNI-AD Teritorial Pembangunan (TP).

Kementerian PU memasang target supaya lingkungan pendidikan terpadu ini sudah bisa mulai dipergunakan pada bulan Juli 2026 guna menyambut kehadiran murid baru pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Berdirinya Sekolah Rakyat Bogor ini diproyeksikan bisa menjadi stimulus bagi perkembangan sektor ekonomi dan kemajuan daerah di wilayah Jasinga, Kabupaten Bogor.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index