JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth memberikan perhatian serius terkait peristiwa jatuhnya seorang anak di kawasan kandang gajah Taman Margasatwa Ragunan.
Ia meminta dengan tegas kepada pihak manajemen untuk secepatnya memeriksa kembali sistem keamanan dan keselamatan bagi semua pengunjung.
"Kami meminta evaluasi dilakukan secara objektif dan menyeluruh. Fokusnya bukan mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan menemukan akar persoalan," kata Kenneth dikutip dari Antara, Selasa (2/6/2026).
Menurut Kenneth, insiden itu sama sekali tidak dapat dianggap remeh sebagai musibah biasa.
Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut seharusnya dijadikan momen krusial bagi para pengelola lokasi wisata publik untuk membenahi serta meningkatkan standar perlindungan keselamatan.
Apalagi, Ragunan berstatus sebagai salah satu tujuan wisata favorit bagi masyarakat Jabodetabek yang selalu dipenuhi ribuan pelancong setiap hari, termasuk anak-anak dan keluarga.
"Saya sangat prihatin atas terjadinya insiden ini. Keselamatan dan kondisi kesehatan anak yang bersangkutan harus menjadi prioritas utama," kata Kenneth.
Ia kembali mengingatkan bahwa kepastian keselamatan wisatawan harus diprioritaskan di tingkat tertinggi dalam manajemen operasional tempat wisata.
Oleh karena itu, pihak pengelola Taman Margasatwa Ragunan diminta menggelar pemeriksaan internal yang transparan guna mengidentifikasi kronologi detail, penyebab utama, hingga celah yang ada pada sistem proteksi fisik.
Menurut Kenneth, pemeriksaan terhadap fasilitas pengamanan luar perlu dilaksanakan secara total, meliputi kekuatan pagar penyekat, pembatas berlapis, jalur pejalan kaki, area pengamatan satwa, hingga zona rawan.
"Apabila ditemukan adanya pagar yang tidak memenuhi standar keamanan, celah pengamanan, atau titik yang memungkinkan pengunjung mendekati area satwa secara berbahaya, maka perbaikan harus segera dilakukan tanpa menunggu terjadinya insiden berikutnya," kata Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta tersebut.
Selain hal itu, peningkatan peran pengawasan langsung di area wisata juga dianggap sangat penting.
Kuantitas anggota keamanan serta petugas pemantau di lapangan harus diselaraskan dengan total kunjungan, khususnya saat akhir pekan, hari libur nasional, ataupun masa liburan sekolah yang biasanya mendatangkan gelombang besar pelancong.