Gowes Napak Tilas HJB 544, Ratusan Peserta Susuri Sejarah Bogor

Gowes Napak Tilas HJB 544, Ratusan Peserta Susuri Sejarah Bogor
Peserta Gowes Napak Tilas Bogor. (Sumber: NET)

KABUPATEN BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, resmi melepas ratusan peserta dalam ajang Gowes Napak Tilas Bogor. 

Rombongan pesepeda ini menempuh rute sepanjang 64 kilometer menuju Pendopo Malasari, Kecamatan Nanggung, dengan misi menyusuri kembali rekam jejak pemerintahan darurat Kabupaten Bogor pada masa perjuangan kemerdekaan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, hadir mewakili Bupati Bogor untuk melepas keberangkatan para peserta dari area Pendopo Bupati Bogor di Cibinong pada hari Selasa. 

Tidak hanya melepas, ia juga ikut mengiringi laju rombongan dengan mengayuh sepedanya.

Ajat menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-544 Bogor. 

Agenda ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam memperkenalkan kembali lembaran sejarah Kabupaten Bogor kepada khalayak masyarakat luas.

"Gowes ini bukan sekadar olahraga. Kegiatan ini merupakan perjalanan penuh makna untuk menelusuri jejak sejarah Kabupaten Bogor," kata Ajat.

Ia memaparkan bahwa para pesepeda menempuh rute perjalanan dari Pendopo Bupati Bogor di wilayah Cibinong menuju destinasi akhir di Pendopo Malasari. 

Jarak tempuh berkisar 64 kilometer tersebut melewati beberapa lokasi persinggahan, yakni Kantor Kecamatan Leuwiliang serta Kantor Kecamatan Nanggung.

Menurut penilaiannya, agenda kegiatan ini mengajak masyarakat untuk mendalami lagi kisah perjalanan panjang Kabupaten Bogor sembari menikmati panorama keindahan alam beserta potensi daerah yang dilewati sepanjang koridor perjalanan.

Ajat mengutarakan bahwa kawasan Pendopo Malasari sengaja ditetapkan sebagai titik akhir rute gowes karena menyimpan nilai historis yang amat besar bagi Kabupaten Bogor. 

Situs bangunan tersebut tercatat pernah beralih fungsi menjadi pusat kendali dari pemerintahan darurat Kabupaten Bogor di masa berkecamuknya Agresi Militer Belanda II dalam rentang tahun 1948 sampai 1950.

Pada periode masa bergolak itu, roda pemerintahan Kabupaten Bogor yang berada di bawah komando kepemimpinan Raden Ipik Gandamana terpaksa dipindahkan ke kawasan Malasari demi menghindari gempuran serangan dari pihak Belanda. 

Kendati demikian, jalannya roda birokrasi pemerintahan dipastikan tetap terus bergulir dari wilayah pedalaman tersebut.

"Ini adalah perjalanan bersejarah yang mengingatkan kami pada akar dan identitas Kabupaten Bogor. Semoga kegiatan ini menjadi titik balik untuk semakin mencintai dan menjaga Kabupaten Bogor, Kuta Udaya Wangsa, yang memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan alam yang luar biasa," ujar Ajat.

Ia memaparkan bahwa agenda Gowes Napak Tilas Bogor ini pun difungsikan sebagai wadah yang efektif untuk mengekspos potensi wilayah Kabupaten Bogor bagian barat. 

Selama beberapa tahun ke belakang, kawasan ini memperlihatkan perkembangan infrastruktur yang pesat, termasuk ketersediaan akses jalan menuju kawasan Malasari.

Di samping berfungsi untuk memperkokoh tali silaturahmi di antara sesama peserta gowes, agenda kegiatan ini diharapkan mampu memupuk rasa kepemilikan dari warga masyarakat terhadap Kabupaten Bogor menjelang tibanya momen peringatan HJB ke-544 yang pada tahun ini difokuskan di area Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index