China Utus Tim Ahli Medis ke RD Kongo Guna Atasi Wabah Ebola

China Utus Tim Ahli Medis ke RD Kongo Guna Atasi Wabah Ebola
Tim medis China telah membantu meningkatkan perawatan kesehatan untuk masyarakat RD Kongo. (Sumber: NET)

BEIJING - China bersiap memberangkatkan tim pakar medis ke Republik Demokratik (RD) Kongo demi mendukung upaya penanggulangan wabah Ebola di negara Afrika tersebut, mengacu pada penjelasan resmi Komisi Kesehatan Nasional (NHC) China pada Senin (1/6).

Menurut informasi dari NHC, delegasi tim ahli medis itu dijadwalkan terbang dari Beijing pada Selasa dini hari waktu setempat.

Langkah Pemerintah China dalam menerjunkan tim medis tingkat tinggi ini diambil usai Organisasi Kesehatan Dunia menetapkan status situasi wabah Ebola di RD Kongo sebagai "darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional" pada 17 Mei lalu.

Berbekal pengalaman panjang dalam penanganan epidemi, para tenaga ahli tersebut akan bersinergi dengan tim medis China yang telah berada di RD Kongo. 

Mereka bakal memperkuat kemitraan dengan otoritas kesehatan serta lembaga penanggulangan epidemi setempat guna menekan laju penyebaran virus Ebola.

Kelompok pakar ini pun akan memfasilitasi program pelatihan pencegahan serta penanggulangan bagi fasilitas layanan kesehatan lokal, tim medis China, kedutaan besar China, perusahaan asal China, hingga para warga negara China yang menetap di sana.

"Langkah pengerahan tim ahli ini mempertegas bentuk komitmen nyata dari China terhadap jalinan kerja sama global dalam menumpas epidemi," tutur salah seorang pejabat dari NHC, sembari mengimbuhkan bahwa tim tersebut bakal mengalirkan pengalaman seputar penanganan epidemi yang diselaraskan dengan kondisi lokal sekaligus membantu mendongkrak kapasitas RD Kongo dalam aspek pencegahan, pengendalian, serta penanganan virus Ebola.

Sejak merebaknya wabah baru-baru ini, tim medis China angkatan ke-24 yang sedang bertugas di RD Kongo telah mengaktifkan prosedur tanggap darurat. 

Mereka juga sudah menerapkan sistem preventif dan pengendalian yang meliputi simulasi pelatihan, koordinasi logistik pasokan, hingga sterilisasi lingkungan tempat tinggal tim.

Seluruh anggota tim dipastikan tetap bersiaga mengemban tugas di lini terdepan klinis demi mengawal keselamatan kesehatan bagi warga masyarakat setempat serta para warga negara China yang berada di RD Kongo.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index