Dituduh Sekap Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya Sebut Hanya Nasihati

Dituduh Sekap Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya Sebut Hanya Nasihati
F (33) anak Ahmad Bahar saat mendatangi Gedung Komnas HAM).(Sumber:NET)

JAKARTA - Organisasi kemasyarakatan GRIB Jaya memberikan respons terkait laporan polisi yang diajukan oleh putri dari penulis Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana. 

Laporan di Polda Metro Jaya tersebut ditujukan kepada Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall atau yang populer dipanggil Hercules.

Pihak GRIB Jaya menganggap bahwa laporan yang dilayangkan oleh Ilma ke pihak kepolisian mengenai dugaan penyekapan tersebut sama sekali tidak memiliki dasar fakta.

"Kalau pihak mereka terus memutarbalikkan fakta dengan narasi sandera atau penculikan, itu jelas sangat mengada-ada dan tidak masuk akal.

Bagaimana mungkin ada penyanderaan? Publik kan tahu betul siapa Pak Hercules," ujar juru bicara GRIB Jaya, Macelinus, kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).

Macelinus menerangkan bahwa Hercules merupakan individu yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi. 

Oleh karena itu, menurut penilaiannya, tidak mungkin Hercules tega melakukan penyekapan terhadap orang lain.

"Beliau itu figur yang sangat sosial, humanis, dan selama ini dikenal sangat dekat serta menyayangi anak-anak yatim piatu. Karakter beliau jauh sekali dari tuduhan keji seperti itu," ungkapnya.

Lebih lanjut, Macelinus menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Hercules sebenarnya hanya sebatas memberikan nasihat dan petuah kepada Ilma. 

Ia menyebutkan bahwa Hercules meminta agar ayah Ilma mau bertanggung jawab atas persoalan yang terjadi.

"Fakta sebenarnya di lapangan, Pak Hercules itu justru menasihati anak Ahmad Bahar secara baik-baik, layaknya orang tua kepada anaknya. 

Beliau memberikan edukasi dan pandangan agar anak tersebut paham duduk perkaranya, sekaligus meminta agar ayahnya bisa bersikap gentleman dan bertanggung jawab," ungkap dia.

Di samping itu, Macelinus mengimbau agar semua pihak melihat kembali akar masalah utama yang melatarbelakangi peristiwa ini. 

Ia meyakini bahwa tuduhan yang beredar saat ini merupakan upaya untuk memutarbalikkan kondisi yang sebenarnya.

"Jangan diputarbalikkan seolah-olah mereka korbannya. Ada fakta hukum yang tidak bisa dibantah, yaitu handphone milik anak Ahmad Bahar itu dipakai untuk mengirimkan video provokasi dan ancaman langsung ke nomor pribadi istrinya Pak Hercules," ucapnya.

"Tindakan ini sudah keterlaluan karena menyerang ranah domestik dan merusak ketenangan keluarga orang lain. Jadi, janganlah mereka sekarang sengaja menggiring opini liar dan playing victim untuk mencari simpati publik, padahal rekam jejak digitalnya jelas menunjukkan siapa yang memulai teror ini," imbuh dia.

Sebelumnya, putri penulis Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana, sempat didatangi oleh sejumlah anggota ormas GRIB Jaya yang kemudian berujung pada pelaporan Hercules ke Polda Metro Jaya. 

Laporan tersebut didasarkan atas dugaan aksi penyekapan yang dialami Ilma pada akhir pekan lalu.

Laporan resmi itu telah tercatat dengan nomor registrasi STTLP/B/3678/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 22 Mei 2026. Saat mengajukan laporan, Ilma hadir dengan didampingi oleh tim penasihat hukumnya.

"Bagi kami, ini sudah masuk kepada tindak pidana, ya. Tindak pidana termasuk, ya, penyanderaan, kemudian penculikan, ancaman verbal, kemudian penggunaan senjata api dan segala macam. 

Itu yang pertama," kata pengacara Ilma, Gufroni, kepada wartawan seusai pelaporan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).

Bukan hanya itu, Gufroni menuturkan bahwa kliennya juga melaporkan dugaan peretasan atau pembajakan pada akun aplikasi pesan singkat WhatsApp miliknya. 

Laporan mengenai peretasan tersebut teregistrasi dengan nomor STTLP/B/3679/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA yang keluar pada 22 Mei 2026.

"Memang sebelum hari Minggu itu memang sudah ada, apa namanya, operasi ya, sehingga handphone-nya tidak bisa digunakan. Jadi sudah berupaya untuk, apa namanya, ke pelayanan ya, untuk meminta bantuan untuk supaya bisa dipulihkan handphone-nya dan seterusnya," katanya.

Di sisi lain, konflik antara penulis Ahmad Bahar dengan anggota ormas GRIB Jaya dikabarkan telah rampung melalui kesepakatan damai secara kekeluargaan.

Sebelumnya, rumah pribadi Ahmad Bahar yang berada di kawasan Kota Depok, Jawa Barat, sempat didatangi oleh rombongan GRIB Jaya.

Kediaman Ahmad Bahar di daerah Cimanggis, Depok tersebut awalnya didatangi oleh pihak GRIB Jaya pada Jumat (15/5/2026). 

Dalam pertemuan pertama tersebut, para anggota GRIB Jaya yang datang sudah mendapatkan penjelasan secara langsung.

Ketegangan ini diduga bermula dari pembajakan nomor telepon seluler milik Ahmad Bahar serta milik putrinya. 

Setelah diretas, nomor tersebut disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengirim pesan ancaman kepada Hercules dan istrinya.

Selain persoalan pesan ancaman, polemik ini semakin memanas akibat beredarnya rekaman video di media sosial yang membawa-bawa nama Ahmad Bahar. 

Video yang tersebar luas itu dinilai menyudutkan serta menyinggung pihak keluarga Hercules.

Situasi tersebut yang memicu anggota GRIB Jaya untuk kembali mendatangi rumah Ahmad Bahar pada Minggu (17/5/2026). 

Kedatangan kedua ini bertujuan agar Ahmad Bahar memberikan klarifikasi langsung di depan Hercules terkait isu pembajakan nomor telepon dan penyebaran video provokatif di media sosial.

"HP saya dan HP anak saya di-hack, bahasa lainnya dikloning. Sehingga ada video-video tertentu yang itu bukan punya saya. Itu barangkali yang menjadi sumber pemicu kesalahpahaman," kata Ahmad Bahar, Selasa (19/5/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index