TULUNGAGUNG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung menegaskan komitmennya dalam menangani kerusakan di jalur Cuwiri-Karangrejo. Pihak dinas telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4 miliar guna melaksanakan perbaikan permanen di sejumlah titik yang mengalami kerusakan parah di sepanjang rute tersebut.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Tulungagung, Beny Arieasandi, memaparkan bahwa pengerjaan akan difokuskan pada area yang paling terdampak.
"Iya, di titik tertentu yang memang kondisinya rusak berat," ujar Beny.
Merujuk pada hasil pendataan teknis, terdapat jalur sepanjang kurang lebih 2 kilometer yang dikategorikan rusak parah. Beny menyebutkan bahwa faktor lingkungan dan sistem pembuangan air menjadi penyebab utama rapuhnya lapisan aspal di sana.
"Kerusakan ini disebabkan oleh dua faktor utama, yakni tonase kendaraan yang lewat melebihi batas kelas jalan serta sistem drainase yang kurang memadai," jelas Beny.
Kendati telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan tahun 2026, Beny menjelaskan bahwa pengerjaan fisik masih menunggu tuntasnya tahapan administrasi.
"Sudah kami rencanakan untuk perbaikan di 2026 ini dengan kebutuhan anggaran kurang lebih sekitar Rp 4 miliar. Namun saat ini prosesnya masih terkendala pada tahap perencanaan dan penganggaran yang masih berjalan," tambahnya.
Demi memastikan hasil perbaikan memiliki daya tahan yang baik, pihak dinas akan melakukan kontrol ketat mulai dari tahap pengerjaan hingga masa pemeliharaan.
"Pengawasan dilaksanakan oleh konsultan pengawas sesuai dengan spesifikasi teknis dan apabila ada kerusakan masih menjadi tanggung jawab pelaksana," tegas Beny.
Upaya perbaikan menyeluruh ini merupakan bagian dari target besar Dinas PUPR untuk mempermudah aksesibilitas masyarakat di Kota Marmer.
"Dinas PUPR dalam hal ini berusaha meningkatkan kemantapan jalan mendekati 70 persen, dan untuk saat ini masih mencapai 64 persen," pungkas Beny.