JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah mencegah penularan hantavirus.
“Cuci tangan sebelum melakukan aktivitas, sesudah melakukan aktivitas. Lalu kemudian kalau kami berada di tempat-tempat yang ada kemungkinan terkontaminasi atau bekerja di tempat-tempat yang kotor dan kemungkinan ada tikus, jangan lupa pakai masker, mungkin pakai pengaman yang lain,” ungkap Ani saat dijumpai di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin.
Selain itu, Ani turut mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi virus tersebut.
Hal ini dikarenakan virus tersebut bukan merupakan jenis baru seperti pandemi COVID-19, melainkan virus yang terus dipantau perkembangannya setiap tahun.
“Yang penting sebetulnya tidak perlu panik tapi waspada. Yang penting adalah bagaimana kami menjaga pola hidup yang bersih, sehat,” papar Ani.
Untuk wilayah Jakarta, Ani menjelaskan bahwa pihaknya telah mencatat adanya empat temuan kasus hantavirus hingga bulan Mei 2026.
Dari total temuan itu, tiga pasien telah dinyatakan sembuh, sementara satu orang lainnya masih berstatus suspek dan menanti hasil diagnosis laboratorium.
Ani memastikan bahwa satu pasien suspek tersebut telah mendapatkan penanganan medis sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Sebagai langkah pencegahan penularan, pasien diisolasi di ruangan khusus sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
“Dan sejauh ini semua kasus yang muncul di Jakarta gejalanya ringan dan tiga itu sudah sembuh semua,” jelas Ani.
Dinkes DKI menegaskan bahwa temuan kasus di Jakarta tidak memiliki kaitan dengan klaster internasional jenis virus Andes di kapal pesiar MV Hondius.
Ani menekankan bahwa seluruh kasus yang terdeteksi merupakan hasil dari pemantauan rutin yang dilakukan sepanjang tahun.
“Bukan, enggak. Itu kasus yang kami monitor sepanjang tahun,” kata Ani.