Vaksin Kanker mRNA Buatan Moderna dan Merck Terbukti Tekan Risiko Melanoma

Selasa, 25 Agustus 2026 | 00:08:00 WIB

BERITAKINI.CO.ID — Hasil uji klinis tahap lanjut yang diumumkan Rabu (20/8) ini jadi sorotan karena menjadi bukti kuat pertama bahwa terapi mRNA bisa bekerja melawan tumor padat. Ini bukan sekadar wacana—datanya melibatkan 1.137 pasien melanoma stadium IIB hingga IV berisiko tinggi yang tumornya sudah diangkat lewat operasi.

Para pasien dibagi secara acak. Satu kelompok menerima sembilan dosis Keytruda plus vaksin personalisasi Intismeran, kelompok lain hanya diberi Keytruda selama setahun. Hasilnya, kombinasi keduanya lebih unggul dalam mencegah kekambuhan dan penyebaran tumor ke bagian tubuh lain.

Mengapa Vaksin Ini Berbeda dari Vaksin Biasa?

Kalau vaksin umumnya mencegah penyakit infeksi, Intismeran dibuat khusus untuk tiap pasien. Vaksin ini bekerja dengan melatih sistem imun mengenali mutasi spesifik pada sel kanker pasien, lalu menghancurkannya.

"Ini pertama kalinya kami melihat peningkatan yang benar-benar signifikan secara klinis dan statistik dibandingkan dengan penghambat titik kontrol seperti Keytruda pada populasi ini," ujar Presiden Moderna Stephen Hoge.

Karen Knudsen, CEO Parker Institute for Cancer Immunotherapy, menyebut hasil ini sebagai awal era baru imunoterapi. "Hasil positif ini membawa kita ke fase selanjutnya. Ini awal yang menjanjikan, di sinilah segalanya dimulai," katanya.

Angka yang Perlu Kamu Tahu

Sebelumnya, pada Januari lalu, Moderna dan Merck sudah mengumumkan hasil uji tahap menengah. Terapi ini mampu menurunkan risiko kekambuhan atau kematian sebesar 49 persen setelah lima tahun. Hasil terbaru ini memperkuat harapan itu.

Meski begitu, data kelangsungan hidup keseluruhan (overall survival) memang belum dirilis. Perusahaan juga belum membeberkan detail lengkap hasil uji klinis—mereka akan mempresentasikannya di pertemuan medis mendatang.

Kapan Bisa Diakses Pasien?

Kalau regulator memberi lampu hijau, ribuan pasien melanoma berisiko tinggi berpotensi mendapat terapi ini paling cepat tahun depan. Hoge optimistis Moderna mampu memenuhi permintaan komersial dalam beberapa tahun ke depan.

Melanoma sendiri dikenal sebagai bentuk kanker kulit paling mematikan. Penyakit ini bermula di melanosit—sel penghasil pigmen yang memberi warna kulit. Tanda kemunculannya sering berupa perubahan pada tahi lalat atau pertumbuhan baru yang tak biasa di kulit. Paparan sinar ultraviolet jadi penyebab utamanya.

Moderna, Merck, dan sejumlah perusahaan lain kini juga mengembangkan pendekatan serupa untuk kanker paru-paru, payudara, dan pankreas. Artinya, kalau terapi ini sukses, bukan tidak mungkin pasien kanker lain bakal menyusul merasakan manfaatnya.

Yang jelas, temuan ini membuka jalan baru yang sebelumnya dianggap mustahil: vaksin yang dipersonalisasi untuk melawan kanker dari dalam tubuh sendiri.

Terkini