SIDIKALANG - Pimpinan DPRD Sumut Ricky Anthony memberikan apresiasi atas langkah cepat Polres Dairi dalam mengamankan RS, 57, yang merupakan tersangka penganiayaan terhadap dua anak berinisial AGP, 7, dan AP, 6.
Politisi muda dari Partai NasDem tersebut berharap instansi terkait dapat menaruh perhatian khusus pada persoalan yang menimpa kedua anak malang ini. Ia menegaskan agar dinas yang berwenang segera memberikan pendampingan secara langsung.
“Dinas terkait harus proaktif melakukan pendampingan kepada kedua korban," ujar Ricky Anthony seraya memberi apresiasi kepada Polres Dairi yang telah bergerak cepat menyikapi kasus ini,” ujar Ricky Anthony, Minggu (23/8).
Selain menyoroti tindakan kekerasan fisik pada anak, ia juga memberikan perhatian pada masalah peredaran serta penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Tindakan kriminal ini diketahui berakar dari perkara narkoba yang menjerat ayah korban hingga membuatnya mendekam di dalam penjara.
“Ayah korban dipenjara karena kasus narkoba. Korban dititipkan kepada bibinya yang juga sebagai tersangka penganiayaan terhadap mereka. Ini harus menjadi perhatian serius, karena narkoba sangat berdampak buruk bagi kehidupan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, AGP ditemukan oleh warga dalam kondisi yang amat memprihatinkan di Jalan Merdeka, lokasi tepatnya berada di area belakang Gedung Nasional Djauli Mani, Kecamatan Sidikalang, Dairi, Jumat (21/8). Bagian muka hingga kaki anak malang tersebut dipenuhi bekas luka.
Usai mendapat laporan atas kejadian ini, jajaran Unit PPA Sat Reskrim Polres Dairi bertindak sigap. Pihak kepolisian lantas berkoordinasi dengan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Dairi untuk menyalurkan bantuan.
AGP selanjutnya dilarikan ke RSUD Sidikalang guna memperoleh penanganan medis. “Saat ini AGP sudah menjalani perawatan tim medis dan kondisinya mulai stabil,” kata Kasi Humas Polres Dairi AKP Syahril Ramadhan.
Lewat pendekatan secara intensif, AGP mengungkapkan bahwa RS merupakan mak tua atau bibinya sendiri. Korban membeberkan bahwa dirinya bersama adiknya kerap menerima kekerasan fisik, namun tidak berani melaporkan penderitaan yang mereka alami.
Berdasarkan hasil visum medis, dijumpai luka di area bibir, lebam pada lengan kiri, serta luka bernanah pada area tubuh lainnya termasuk kaki kanan.
Saat ini, RS telah diamankan ke Sat Reskrim Polres Dairi untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Di sisi lain, kedua anak tersebut masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sidikalang.