Skema Tol Gilimanuk-Mengwi Dievaluasi, Ruas Awal Pakai Jalan Nasional

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:25:34 WIB
Kepala Dinas PUPRKIM Provinsi Bali Nusakti Yasa Wedha.(Sumber:NET)

DENPASAR - Rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi mengalami perubahan skema setelah Kementerian PU melakukan rescoping atau meninjau ulang serta menyesuaikan ruang lingkup proyek.

Dari sebelumnya dirancang memiliki panjang sekitar 96 kilometer, trase jalan tol kini dipangkas menjadi sekitar 42 kilometer, dengan ruas Gilimanuk-Pekutatan tidak lagi masuk dalam jalur tol baru.Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRKIM) Provinsi Bali Nusakti Yasa Wedha mengatakan perubahan tersebut masih dalam proses evaluasi pemerintah pusat, terutama terkait feasibility study (FS) dan skema investasi.

"Kalau tol kan sedang evaluasi terhadap trase yang baru, ada perubahan," terang Nusakti ditemui usai apel HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, Senin (17/8).

Dalam skema terbaru, panjang trase jalan tol yang sebelumnya sekitar 96 kilometer dipangkas menjadi sekitar 42 kilometer.

Ruas Gilimanuk hingga Pekutatan tidak lagi dibangun sebagai jalan tol baru, melainkan memanfaatkan jalur nasional yang sudah ada dan bakal diperlebar.Sementara itu, pengerjaan fisik jalan tol difokuskan pada ruas Pekutatan di Kabupaten Jembrana menuju Antosari/Soka di Kabupaten Tabanan hingga Mengwi di Kabupaten Badung.

"Jadi sementara untuk Gilimanuk sampai ke Jembrana atau ke Pekutatan, itu akan menggunakan jalan eksisting, jalan nasionalnya akan diperlebar. Sedangkan yang dari Pekutatan menuju ke Antosari sampai ke Mengwi, itu akan digunakan jalan tolnya," jelasnya.

Nusakti menegaskan penyesuaian ini merupakan perubahan skema pembangunan, bukan sekadar pergeseran posisi trase.Rencana awal yang menggunakan jalur tol secara penuh dari Gilimanuk hingga Mengwi kini disesuaikan dengan memaksimalkan jalan nasional pada ruas Gilimanuk-Pekutatan.

Perubahan skema tersebut juga berdampak langsung terhadap estimasi nilai investasi proyek.Sebab, dana investasi pembangunan jalan tol nantinya dipusatkan pada ruas Pekutatan hingga Mengwi, sedangkan ruas Gilimanuk-Pekutatan masuk ke dalam penanganan jaringan jalan nasional.

"Berubah. Yang namanya nilainya kan yang akan diinvestasikan kan dari Pekutatan ke Mengwi. Sedangkan yang lainnya kan nasional, karena berada di ruas jalan nasional," ungkap Nusakti.

Kata dia, pemerintah pusat saat ini masih menggelar evaluasi terhadap FS guna menentukan skema pembangunan secara lebih rinci.Evaluasi tersebut diperlukan lantaran perubahan panjang trase dan pembagian penanganan ruas akan memengaruhi kebutuhan dana investasi proyek.

"Ini sedang dilakukan evaluasi oleh pusat terkait dengan penyiapan evaluasi terhadap FS. Karena tentunya ini akan berpengaruh terhadap nilai investasi yang akan disampaikan di situ," ujarnya.

Perubahan skema juga membuat proses tender perlu kembali disesuaikan.Nusakti mengatakan adanya skema baru dengan target baru akan diikuti dengan evaluasi terhadap proses pengadaan proyek.

"Oh iya, pasti. Karena ada skema baru, dengan target yang baru, tentunya akan ada evaluasi," katanya.

Kendati demikian, Nusakti belum dapat memastikan kapan proses evaluasi tersebut tuntas.Pemprov Bali masih menanti keputusan pemerintah pusat terkait skema akhir pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi.

Di luar proyek tol, sejumlah pembangunan infrastruktur prioritas Bali juga terus bergulir.Salah satunya seperti pembangunan underpass di Simpang Tohpati, yang masih berada dalam tahap penyiapan Detail Engineering Design (DED).Tahapan tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum proyek memasuki pengerjaan fisik.

Terkini