Bupati PPU Siapkan SDM Unggul Lewat Pembangunan SNT Rp250 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:43:53 WIB
Bupati PPU Mudyat Noor.(Sumber:NET)

PENAJAM - Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) berstandar internasional di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), telah memasuki tahapan akhir persiapan serta diproyeksikan mulai digarap untuk konstruksi fisik pada November 2026 mendatang.

Bupati PPU Mudyat Noor menyampaikan bahwa proyek pembangunan sekolah ini merupakan bagian dari agenda strategis pemerintah pusat untuk memperluas jangkauan pendidikan bermutu sekaligus menggembleng kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.

Menurut penjelasannya, tahapan pembangunan SNT di PPU telah memasuki fase final setelah Pemerintah Kabupaten PPU merampungkan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) bersama pemerintah pusat beberapa waktu lalu.Selanjutnya, pengerjaan konstruksi fisik ditargetkan mulai berjalan pada November 2026.

“Kalau sesuai informasi dari Kementerian, pelaksanaan fisiknya direncanakan mulai November. Kami harapkan seluruh prosesnya berjalan lancar,” kata Mudyat Noor, Rabu, (12/8/2026).

Sekolah yang dikhususkan untuk jenjang SMP tersebut diproyeksikan menyerap alokasi anggaran mencapai Rp250 miliar.

Tingginya besaran anggaran ini memperlihatkan komitmen kuat pemerintah dalam menghadirkan sarana pendidikan berstandar tinggi yang sanggup menjadi salah satu pilar pengembangan SDM di PPU.

Mudyat menggarisbawahi bahwa pembangunan SNT tidak sekadar berfokus pada penyediaan fisik bangunan sekolah semata, melainkan diarahkan lebih jauh untuk mencetak generasi muda PPU yang berkarakter, berkompetensi, serta berdaya saing tinggi.

Apalagi, kedudukan PPU yang berada di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) memerlukan kesiapan SDM lokal agar sanggup mengambil peran penting dalam berbagai peluang ekonomi dan pembangunan yang terus bertumbuh.

“Ini bagian dari upaya kami menyiapkan SDM yang unggul, maju, dan mampu bersaing di masa depan, khususnya dalam menghadapi dinamika pembangunan kawasan penyangga IKN,” jelasnya.

Kendati diprioritaskan bagi anak-anak daerah, akses penerimaan siswa di sekolah tersebut tidak akan diberikan secara otomatis.

Para calon murid tetap wajib melewati tahapan seleksi yang tergolong ketat lantaran sistem pembelajaran yang diterapkan mengacu pada standar internasional.

Pemkab PPU memproyeksikan sekitar 5.000 calon siswa bakal bersaing dalam proses seleksi guna memperebutkan kuota bangku di sekolah tersebut.

“Memang siswanya dari Penajam, tetapi tetap harus melalui tes karena standarnya memang internasional,” jelas Mudyat.

Program SNT ini juga menjadi peluang yang tergolong eksklusif bagi kawasan Kalimantan Timur.Dari keseluruhan kabupaten/kota di Kaltim, hanya PPU bersama Kabupaten Mahakam Ulu yang memperoleh tawaran untuk berpartisipasi dalam program ini.

Mudyat menyatakan Pemkab PPU terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat supaya eksekusi program berjalan selaras dengan rencana dan memberikan dampak positif secara optimal bagi masyarakat.

Diri berharap keberadaan SNT dapat menjadi landasan krusial bagi akselerasi mutu pendidikan di PPU.Dengan sarana pendukung serta standar pendidikan yang unggul, sekolah ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak cuma handal dalam bidang akademik, namun juga memiliki keahlian dan kelenturan beradaptasi sesuai tuntutan dunia kerja serta pembangunan.

“Pemerintah daerah terus berupaya agar kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kami ingin anak-anak PPU memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan nantinya mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Terkini