Progres Pembangunan SRT 1 Kuansing Capai 92,59 Persen Jelang Rampung

Jumat, 07 Agustus 2026 | 14:59:02 WIB
Ilustrasi Sekolah Rakyat.(Sumber:NET)

JAKARTA Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peninjauan secara langsung terhadap perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, pada Selasa (4/8/2026).

Langkah peninjauan ini dilakukan guna memastikan bahwa proyek strategis nasional pada sektor pendidikan tersebut dapat rampung sesuai jadwal dengan standar mutu terbaik, sehingga siap dimanfaatkan sebagai sarana belajar yang representatif, aman, serta nyaman.

Selama kunjungan kerja tersebut, Dody memberikan perhatian mendalam pada pengerjaan tahap akhir atau finishing.

Menurut pandangannya, sisa pekerjaan yang masih ada perlu segera dirampungkan tanpa mengurangi standar kerapian maupun kualitas konstruksi fisik bangunan.

“Yang belum selesai segera diselesaikan, terutama kerapian pada tahap finishing, sehingga seluruh kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik,” kata Dody dikutip Rabu (5/8/2026).

Dirinya menekankan bahwa indikator keberhasilan pembangunan Sekolah Rakyat tidak sebatas pada pencapaian target tenggat waktu semata, melainkan juga terletak pada keandalan mutu infrastruktur yang kelak dipergunakan oleh para siswa dan tenaga pengajar.

Lebih jauh, Menteri Dody menyampaikan bahwa pembangunan sarana Sekolah Rakyat merupakan bukti nyata komitmen pemerintah untuk memperluas jangkauan pendidikan bermutu lewat penyediaan fasilitas prasarana yang layak.

Atas dasar itu, proses pembangunan tidak sebatas mendirikan gedung sekolah saja, melainkan mencakup seluruh fasilitas pendukung demi menopang proses pembelajaran yang terintegrasi.

Target Rampung pada 8 Agustus 2026

Kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kuantan Singingi didirikan di atas lahan dengan luas 7,5 hektar serta total luas lantai bangunan mencapai 13.081,84 meter persegi.

Kawasan sarana pendidikan tersebut mencakup 25 unit massa bangunan yang dirancang khusus sebagai satu kesatuan kompleks pendidikan terpadu.

Pengerjaan proyek infrastruktur ini berada di bawah pimpinan Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Riau dengan kemitraan kontraktor PT Duta Rama–PT Gala Karya (KSO).

Nilai kontrak pengerjaan proyek ini menyerap dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025–2026 senilai Rp226,98 miliar.

Catatan data per 3 Agustus 2026 menunjukkan bahwa realisasi progres fisik pembangunan telah menyentuh angka 92,59 % dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 8 Agustus 2026.

Berbagai sarana utama saat ini telah masuk pada pengerjaan akhir, mencakup gedung jenjang SD, SMP, hingga SMA, gedung serbaguna, fasilitas asrama, dapur umum, rumah ibadah, arena olahraga, instalasi utilitas, hingga penataan lanskap kawasan sekolah yang disiapkan untuk menunjang kegiatan edukasi secara komprehensif.

Terkini