Kembangkan KSPEAN Merauke, Kementerian PU Tekan Biaya Logistik Petani

Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:30:15 WIB
Ilustrasi Pembangunan Jaringan Irigasi Rawa Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam Paket 2 di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.(Sumber:NET)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) gencar memacu penyelesaian proyek infrastruktur pada Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) yang berlokasi di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa langkah percepatan ini difokuskan agar mampu memangkas pengeluaran produksi para petani sejalan dengan upaya mendongkrak pendapatan mereka.

Dody menilai keberadaan sarana dan prasarana baru selayaknya tidak mendatangkan beban finansial tambahan bagi masyarakat penggarap lahan.Ia menekankan seluruh fasilitas yang didirikan wajib memberi sokongan penuh pada optimalisasi hasil panen sekaligus taraf hidup petani.

"Tidak boleh ada tambahan biaya (cost) lagi bagi petani. Cost para petani harus serendah-rendahnya. Keuntungan para petani harus setinggi-tingginya. Sehingga kehidupan petani makin hari makin layak, makin bagus," kata Dody.

Guna menunjang penguatan area perkeliruan dan perladangan tersebut, Kementerian PU memprioritaskan pembangunan sarana pengairan, jaringan pengendali banjir, hingga akses jalan penghubung sentra hasil bumi.

Memasuki Juli 2026, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air tercatat telah menyelesaikan saluran irigasi utama sepanjang 44 kilometer dari total perencanaan 135,4 kilometer pada Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Merauke.Di saat bersamaan, pengerjaan jalur irigasi cabang sudah menembus 16,31 kilometer dari alokasi target 61,6 kilometer.

Adapun pada area percontohan (demonstration plot) seluas 1.200 hektare, pengerjaan jaringan irigasi terus berjalan dengan capaian 88 persen atau setara 20,45 kilometer dari rancangan 24,2 kilometer.Guna menjamin keberlangsungan lahan pertanian dari ancaman genangan, Kementerian PU turut mempercepat pengadaan prasarana tanggul dan penampung air banjir.

Perkembangan fisik Paket I saat ini telah menyentuh 39,02 %, sedangkan untuk pencapaian Paket II berada di angka 36,65 %.Pada sektor kelancaran transportasi, Direktorat Jenderal Bina Marga menggarap akses Jalan KSPP Wanam demi mempermudah lalu lintas barang logistik serta mengurangi beban tarif angkut hasil tani.

Penggarapan Jalan KSPP Wanam-Muting Bagian I sudah menorehkan progres 3,59 %, mendahului estimasi awal sebesar 1,30 persen.Walau masih berstatus tahap pengerjaan, lintasan sepanjang 58 kilometer telah dapat dilalui kendaraan.

Sementara itu, proyek Jalan KSPP Wanam-Muting Bagian II sudah menyentuh angka 10,06 %.Dari keseluruhan target fisik sepanjang 80 kilometer, terdapat kurang lebih 50 kilometer jalur yang telah berhasil dibuka demi mendongkrak keterhubungan wilayah.

Terkini