Cilacap Tawarkan Proyek Rp695 M di KUNCI BERSAMA Summit 2026

Jumat, 31 Juli 2026 | 15:32:22 WIB
Pemkab Cilacap tawarkan empat proyek investasi senilai Rp695 miliar dalam KUNCI BERSAMA Summit 2026.(Sumber:NET)

JAKARTA - Pemkab Cilacap menawarkan empat proyek investasi bernilai strategis dengan nominal total melampaui Rp695 miliar kepada kurang lebih 200 investor domestik serta mancanegara dalam acara KUNCI BERSAMA Summit 2026 yang berlangsung di Hotel Merlynn Park, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Keempat proyek itu mencakup Industri Udang Terpadu di Kecamatan Binangun, Industri Kelapa Terpadu di Kecamatan Kesugihan, Kawasan Khusus Perikanan Terpadu di Karangkandri, serta Integrasi Kaliandra berbasis energi hijau di Kecamatan Bantarsari.

Pemaparan mengenai potensi investasi ini disampaikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Cilacap, Ferry Adi Dharma, yang hadir mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap.

Menurut keterangannya, deretan proyek tersebut disiapkan untuk memperkokoh hilirisasi pada sektor prioritas sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah lewat pembukaan lapangan kerja baru.

“Kabupaten Cilacap memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Melalui forum ini kami ingin memperkenalkan peluang investasi yang siap dikembangkan bersama mitra usaha,” ujar Ferry.

Di antara empat proyek yang dipaparkan, Industri Udang Terpadu di Kecamatan Binangun menjadi penawaran dengan nilai kapital terbesar, yakni berada di angka Rp550 miliar.

Sementara itu, Industri Kelapa Terpadu di Kecamatan Kesugihan diperkirakan menyedot investasi Rp66,6 miliar, Kawasan Khusus Perikanan Terpadu di Karangkandri senilai Rp66,76 miliar, dan Integrasi Kaliandra di Kecamatan Bantarsari menelan dana sekitar Rp12 miliar.

Ferry menjelaskan, deretan proyek tersebut dipilih lantaran memiliki prospek pasar yang amat menjanjikan, disokong oleh ketersediaan bahan baku alam, serta selaras dengan arah pembangunan daerah yang ramah lingkungan.

“Empat proyek ini kami tawarkan karena memiliki potensi pasar, didukung ketersediaan sumber daya, serta sejalan dengan arah pembangunan daerah yang berkelanjutan,” katanya.

Berdasarkan penuturan Ferry, rasa optimis terhadap peluang penanaman modal di Cilacap ini turut didorong oleh perolehan realisasi investasi yang terus melonjak.

Sampai pada Triwulan II 2026, nilai investasi yang masuk menuju Kabupaten Cilacap sudah menyentuh Rp3,104 triliun.

Perolehan investasi itu terbukti telah menyerap hingga 219.467 tenaga kerja, serta melibatkan 3.338 pelaku usaha yang sudah menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Di sisi lain, Ketua Sekretariat KUNCI BERSAMA, Dian Rachmat Yanuar, menyebutkan bahwa forum ini menjadi sarana tepat guna mempertemukan potensi daerah dengan para calon investor.

Ia menilai, kawasan KUNCI BERSAMA yang didiami oleh hampir 14 juta jiwa mempunyai keunggulan pada beragam sektor, mulai dari pertanian, agribisnis, kelautan, industri manufaktur, pariwisata, hingga perdagangan karbon.

“Kami ingin kawasan perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat tidak lagi dipandang sebagai halaman belakang, melainkan beranda depan pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Dian.

Dalam forum yang sama, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menganggap wilayah KUNCI BERSAMA menyimpan potensi raksasa untuk berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi anyar.

Meski begitu, potensi tersebut wajib disokong oleh kemudahan konektivitas serta infrastruktur yang mumpuni supaya mampu menggaet lebih banyak modal masuk.

Menurut AHY, pihak pemerintah terus memperkuat sarana infrastruktur pendukung, termasuk memaksimalkan peran Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati sebagai pusat logistik sekaligus roda penggerak ekonomi kawasan.

Ia menyambung, pembangunan infrastruktur mesti berjalan selaras dengan penataan tata ruang, penguatan kualitas SDM, serta penciptaan lapangan kerja baru agar manfaat dari investasi ini bisa dipetik langsung oleh warga.

“Jika industri bergerak, lapangan pekerjaan akan terbuka, masyarakat memperoleh penghasilan, dan daya beli ikut meningkat,” kata AHY.

Terkini