Survei Rute TransJatim Talangagung-Hamid Rusdi Siap Digelar

Senin, 27 Juli 2026 | 15:07:15 WIB
Ilustrasi Terminal Talangagung di Kepanjen Kabupaten Malang dinilai memadai untuk landasan Transjatim Koridor II Malam Raya.(Sumber:NET)

MALANG - Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur (Dishub Jatim) terus mematangkan persiapan pembukaan koridor baru bus Transjatim yang menghubungkan Terminal Talangagung di Kabupaten Malang dengan Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang.

Moda transportasi massal tersebut akan segera mengaspal bila tidak ada aral melintang.Transjatim Koridor II Malang Raya ini direncanakan beroperasi Oktober 2026 mendatang.

Guna memastikan kelayakan infrastruktur pendukung, Dishub Jatim bersama Dishub Kabupaten Malang telah melakukan survei luasan area parkir dan fasilitas terminal, beberapa waktu lalu.

Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Jatim, Cito Eko Yuly Saputro, menjelaskan hasil survei di Terminal Talangagung menunjukkan prasarana yang cukup baik.

“Landasan di Terminal Talangagung kondisinya bagus. Prasarana tempat pencucian bus dan ketersediaan air juga sudah ada. Untuk kantor administrasi, disediakan oleh Dishub Kabupaten Malang dengan skema pinjam pakai,” ujar Cito, Minggu (26/7) kemarin.

Meski demikian, masih terdapat beberapa bagian yang memerlukan perbaikan karena adanya kebocoran.

Dishub Jatim tengah menyusun konsep penataan ulang agar fasilitas operasional dapat berfungsi optimal.“Tetapi perlu adanya pemeliharaan. Mungkin kami akan mengonsep ulang, yang bocor-bocor kami perbaiki,” katanya.

Lebih lanjut, Cito menyampaikan bahwa Dishub Jatim bersama Dishub Kabupaten Malang akan melakukan survei rute pada Senin (27/7) hari ini.

Tim gabungan akan menyisir rute yang menghubungkan Terminal Hamid Rusdi, kawasan Gondanglegi, hingga Terminal Talangagung.

Mengenai jumlah definitif halte yang akan dibangun, Cito memilih untuk belum mempublikasikannya ke publik sebelum proses pematokan dan finalisasi teknis di lapangan selesai dilakukan.“(jumlah halte) nanti menunggu finalisasi kalau sudah disurvei dan dipatok,” katanya.

Di sisi lain, penetapan rute yang bersinggungan dengan area Kota Malang masih terus dikomunikasikan secara intensif.

Dishub Jatim berupaya membangun kesepahaman dengan para angkutan kota (angkot) eksisting.“Yang di Kota Malang ada yang setuju untuk teman- teman angkot, adapula yang kurang setuju. Makanya untuk menyamakan persepsi kami butuh koordinasi dan komunikasi dengan angkot eksisting di Kota Malang,” urai Cito.

Untuk merangkul sopir atau driver angkot eksisting, Dishub Jatim mengadopsi pola pemberdayaan yang sebelumnya telah diterapkan pada Koridor I Transjatim.

Para pengemudi angkot yang selama ini bergantung pada sistem setoran dan fluktuasi jumlah penumpang harian akan direkrut menjadi pengemudi Transjatim dengan skema gaji bulanan.

“Transjatim membutuhkan driver angkot eksisting yang ada karena terdampak, sehingga kami memprioritaskan driver angkot eksisting. Ada penumpang maupun tidak ada penumpang, driver yang ikut Transjatim digaji tetap per bulan. tidak perlu target penumpang, yang penting adalah fokusnya pelayanan,” beber Cito.

Para pelaku angkot eksisting juga akan diberikan peluang pekerjaan sebagi tenaga kebersihan dan pencucian armada bus Transjatim.

Untuk diketahui, rencana Transjatim Terminal Talangagung Kepanjen – Terminal Hamid Rusdi ini diproyeksikan bakal mengerahkan 14 unit armada bus operasional dan satu unit bus cadangan.

“Transjatim akan beroperasi masih sesuai rencana, di bulan Oktober. Besok Senin (27/7) kami akan survei titik halte di wilayah Terminal Hamid Rusdi, Gondanglegi, hingga Terminal Talangagung,” pungkas Cito.

Terkini