JAKARTA - Petunjuk serta trik dalam mengukus pare amat dibutuhkan supaya tampilannya tetap terlihat segar sekaligus tidak layu.
Sebabnya, jenis sayuran satu ini kerap berubah warna jadi kusam dan terasa kian pahit usai melewati tahapan pematangan.
Padahal, terdapat bermacam langkah sederhana sebelum maupun sewaktu proses pengukusan yang dapat mempertahankan warna hijau alami pare.
Hal tersebut sekaligus membuatnya terasa makin lezat ketika dinikmati secara langsung atau diolah jadi sajian lain.
Pare sendiri tergolong bahan masakan yang amat fleksibel untuk dikreasikan menjadi beragam menu.
Variasinya mulai dari lalapan, isian, tumisan, hingga hidangan pendamping sehari-hari.
Metode mengukus kerap dipilih lantaran terbilang lebih praktis serta ampuh menjaga wujud pare tetap utuh.
Namun demikian, hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh ketepatan dalam memilih bahan, cara persiapan, hingga durasi pengukusan.
Ibu rumah tangga disarankan untuk mengerti proses pengolahan ini.
Tujuannya agar bisa menyajikan olahan pare kukus yang jauh lebih nikmat untuk disantap bersama hidangan lainnya.
Berikut disajikan tujuh langkah mengukus pare yang dapat dipraktikkan di rumah supaya warnanya tidak memudar, rasa pahitnya berkurang, serta teksturnya tetap nikmat saat digigit.
1. Pilihlah Pare yang Masih Segar
Langkah awal dalam panduan mengukus pare ialah menentukan bahan yang benar-benar segar.
Kualitas pare yang dibeli bakal menentukan hasil akhirnya usai dikukus.
Pare dalam kondisi baik umumnya lebih gampang diolah serta tak menyimpan rasa pahit yang terlampau kuat.
Kondisi tersebut menjadikan proses memasak terasa jauh lebih mudah.
Pare yang baru saja dipetik juga punya kadar air yang terjaga baik sehingga tak gampang menyusut ketika terkena uap panas.
Oleh sebab itu, luangkan waktu untuk mencermati kondisi pare sebelum membelinya supaya masakan sesuai harapan.
Simak ciri-ciri pare segar berikut ini:
- Pilih pare yang memiliki warna hijau merata.
- Bagian permukaan kulitnya masih utuh tanpa ada cacat atau kerusakan.
- Bentuk fisik pare tampak padat dan tidak keriput.
- Hindari membedah pare yang mulai menguning karena itu menandakan usianya sudah terlalu tua.
- Ambil pare berukuran sedang agar bijinya belum mengeras.
- Hindari pare dengan goresan memar atau bagian yang melunak.
- Pastikan bagian tangkai masih menempel dan tidak mengering sepenuhnya.
2. Cuci dan Potong Pare dengan Tepat
Sebelum dimasukkan ke dalam kukusan, pare harus dibersihkan lewat cara yang benar agar bagian dalamnya siap dimasak tanpa merusak estetikanya.
Pembersihan ini tak hanya berguna menghilangkan kotoran luar, melainkan juga membantu mengikis sisa getah.
Proses ini mempermudah tahapan berikutnya sehingga pare terlihat rapi tatkala disajikan.
Langkah ini pun efektif menekan rasa pahit sebab bagian biji serta lapisan putih di dalam rongga pare bisa dibersihkan secara maksimal.
Jika dilakukan secara cermat, pare bakal tetap utuh meski sudah melewati proses pematangan.
Tata cara mencuci serta membelah pare:
- Cuci pare menggunakan air mengalir hingga seluruh bagiannya bersih.
- Usap pelan bagian kulitnya memakai jemari.
- Potong kedua bagian ujung pare.
- Belah pare secara memanjang memakai pisau tajam.
- Keruk keluar bagian biji menggunakan sendok.
- Bersihkan lapisan putih di dalamnya tanpa mengikis daging pare terlampau banyak.
- Potong-potong sesuai selera, baik berupa irisan atau potongan memanjang.
- Bilas sekali lagi sebelum melangkah ke tahap berikutnya.
3. Rendam Menggunakan Garam Sebelum Dikukus
Salah satu trik mengukus pare yang sering dipakai adalah merendamnya bersama garam terlebih dahulu.
Cara ini ampuh menekan rasa pahit sehingga pare gampang dipadukan dengan bermacam lauk atau racikan sambal.
Langkah ini amat mudah lantaran hanya memanfaatkan garam dapur yang pasti ada di rumah.
Garam berfungsi menyerap dan menarik cairan dari permukaan pare sewaktu diremas perlahan.
Sesudahnya, pare cukup dibersihkan kembali memakai air murni supaya sisa asin tidak terlalu menempel.
Persiapan sederhana ini sangat baik dilakukan sebelum pare dimasukkan ke dalam panci kukusan.
Urutan langkahnya adalah sebagai berikut:
- Masukkan irisan pare ke wadah.
- Taburkan garam hingga membaluri seluruh permukaan pare.
- Remas pelan-pelan selama beberapa menit.
- Biarkan selama 10 hingga 15 menit.
- Cuci bersih memakai air mengalir.
- Tiriskan hingga tidak ada air yang menetes.
- Pare siap dikukus usai proses ini.
4. Gunakan Kukusan yang Sudah Mendidih
Langkah yang kerap terlewat adalah memastikan air kukusan telah mendidih sebelum pare ditaruh di dalamnya.
Uap panas yang sudah terkumpul sejak awal membuat proses pematangan berjalan lebih merata.
Alhasil, warna hijau pare terjaga dan bentuknya tidak cepat berubah.
Sebaliknya, menaruh pare saat air belum mendidih akan memperlama durasi memasak sehingga warna dan teksturnya berisiko rusak.
Demi hasil kukusan yang optimal, terapkan langkah-langkah ini:
- Tuang air secukupnya ke dalam wadah panci kukusan.
- Panaskan sampai air benar-benar mendidih serta memicu uap banyak.
- Tata potongan pare di atas piring kukusan tanpa menumpuknya terlalu padat.
- Berikan jeda antarpotongan agar aliran uap panas dapat menyebar rata.
- Tutup panci kukusan dengan rapat selama proses pengukusan.
- Jangan terlalu sering membuka penutup panci agar uap panasnya tidak terbuang.
- Segera angkat pare begitu durasi pengukusan selesai.
5. Atur Waktu Mengukus Agar Tidak Layu
Satu di antara penentu hasil akhir olahan pare terletak pada durasi pengukusan.
Waktu yang terlalu singkat bikin pare belum matang sempurna, sedangkan waktu yang terlampau lama membuat warnanya pudar dan bentuknya kurang menarik.
Oleh karena itu, mengontrol waktu memasak jadi hal wajib agar hasil akhir sesuai keinginan.
Umumnya, pare cukup dikukus kurang lebih lima sampai tujuh menit setelah uap panas memenuhi panci.
Waktu tersebut dinilai pas untuk mematangkan pare tanpa membuat dagingnya lembek kehilangan bentuk.
Jika irisan pare dipotong lebih tipis, durasinya bisa dikurangi agar tidak terlalu lama berada di dalam kukusan.
Memakai pengatur waktu dapat membantu mencegah pare matang berlebihan sehingga hasilnya selalu stabil.
Begitu durasi mengukus habis, segerakan mengangkat pare dari panci dan jangan membiarkannya terpapar uap panas terus-menerus.
Hawa panas yang terus mengenai pare walau api sudah mati dapat melanjutkan proses pematangan hingga merusak hasil akhir.
Dengan memperhatikan waktu dari awal hingga diangkat, warna hijau segar tetap awet, rasa pahit tidak bertambah kuat, dan pare siap diproses jadi santapan lezat.
6. Terapkan Teknik Pendinginan Usai Dikukus
Setelah proses pengukusan rampung, pare sebaiknya langsung didinginkan demi menghentikan proses pematangan.
Cara ini sangat ampuh mengunci warna hijau alami sekaligus membuat pare siap diolah kembali tanpa perlu menunggu lama.
Proses pendinginan ini terbilang praktis lantaran memanfaatkan bahan-bahan rumahan.
Berikut trik pendinginan yang bisa dipraktikkan usai mengukus pare:
- Sediakan wadah berisi air yang ditambah beberapa bongkah es batu.
- Celupkan pare ke dalam air es tersebut selama satu hingga dua menit.
- Angkat lalu tiriskan sampai airnya berkurang.
- Jika tidak ada air es, langsung pindahkan pare ke wadah saringan supaya uap panasnya cepat menguap.
- Hindari menutup pare yang masih mengeluarkan uap panas karena dapat membuat permukaannya menjadi basah berair.
- Angin-anginkan sejenak sampai suhunya turun sebelum dibumbui atau diolah lagi.
- Pare siap dihidangkan atau dimasak bersama bahan lain sesuai selera.
7. Padukan dengan Racikan Bumbu yang Pas
Seusai dikukus, tahap berikutnya adalah memilih paduan bumbu yang pas supaya cita rasa pare kian seimbang.
Bumbu tak cuma memperkaya rasa, tetapi juga bikin pare lebih luwes dipadukan dengan aneka hidangan harian.
Melalui penyajian yang pas, pare kukus dapat dijadikan lauk utama, pendamping, maupun bahan campuran sajian keluarga.
Beberapa inspirasi penyajian pare kukus yang patut dicoba:
- Nikmati bersama sambal favorit sebagai lalapan teman makan ayam atau ikan.
- Campurkan ke dalam menu tumisan bersama irisan bawang, cabai, dan tahu.
- Olah sebagai campuran pecel atau rebusan sayur.
- Jadikan bahan isian tahu atau adonan siomai.
- Sajikan bersama siraman saus kacang yang gurih.
- Taburi dengan bawang goreng renyah begitu pare matang.
- Campurkan bersama orak-arik telur untuk lauk rumahan.
- Santap berdampingan dengan tempe, ikan, atau olahan daging sesuai selera.
Tanya Jawab Seputar Pengolahan Pare Kukus
1. Berapa lama waktu yang tepat untuk mengukus pare?
"Pare umumnya cukup dikukus selama 5–7 menit setelah air kukusan mendidih. Durasi tersebut membantu pare matang tanpa membuat warna berubah atau teksturnya menjadi terlalu lunak."
2. Mengapa pare perlu direndam dengan garam sebelum dikukus?
"Garam membantu mengurangi rasa pahit pada pare. Proses meremas pare dengan garam kemudian membilasnya menggunakan air bersih dapat mengurangi cairan yang membawa rasa pahit."
3. Apakah pare harus dimasukkan saat air kukusan sudah mendidih?
"Ya. Air yang sudah mendidih menghasilkan uap panas yang stabil sehingga pare lebih cepat matang dan tidak terlalu lama terkena panas."
4. Bagaimana cara menjaga warna pare tetap hijau setelah dikukus?
"Pare dapat segera dipindahkan ke dalam air es atau langsung ditiriskan setelah diangkat dari kukusan. Cara ini membantu menghentikan proses pemasakan sehingga warna tetap terjaga."
5. Apa saja hidangan yang cocok menggunakan pare kukus?
“Pare kukus dapat disajikan sebagai lalapan, dicampurkan ke dalam tumisan, dipadukan dengan telur, dijadikan isian tahu, atau disajikan bersama sambal sebagai pelengkap menu makan sehari-hari.”