Tips Mengolah Jamur Tiram Agar Tidak Berair dan Tetap Gurih

Kamis, 23 Juli 2026 | 08:36:15 WIB
Ilustrasi Jamur Tiram.(Sumber:NET)

JAKARTA - Jamur tiram merupakan salah satu bahan pangan favorit masyarakat Indonesia karena harganya terjangkau, mudah didapatkan di pasar atau supermarket, serta fleksibel untuk diolah jadi bermacam hidangan.

Mulai dari tumisan, jamur renyah, hingga bahan pelengkap capcay, seluruhnya terasa nikmat bila memakai jamur tiram segar.

Akan tetapi, banyak orang kerap menemui masalah saat mengolahnya.Bukannya menghasilkan tumisan lezat, jamur malah mengeluarkan cairan berlebih yang membuat tekstur hidangan menjadi terlalu lunak dan bumbunya encer.

Kondisi tersebut sebenarnya normal lantaran jamur tiram memiliki kadar air tinggi.

Kendati demikian, ada sejumlah langkah khusus untuk mengolah jamur tiram supaya tidak becek ketika ditumis, sehingga masakan tetap gurih dan kenyal.

Berikut ini langkah-langkah praktis yang bisa Anda terapkan di rumah.

1. Memilih Jamur Tiram yang Masih Segar

Proses ini dimulai saat Anda membeli bahan.

Pilihlah jamur tiram yang berwarna putih bersih atau krem terang sesuai jenisnya, tidak terasa licin berlendir, serta tidak tercium bau asam.

Jamur segar mempunyai tekstur padat sehingga tidak gampang hancur sewaktu dimasak.

Sebaliknya, jamur yang sudah lama disimpan biasanya menyimpan lebih banyak cairan dan mudah lembek saat ditumis.

2. Hindari Merendam Jamur Terlalu Lama

Kecerobohan yang sering terjadi ialah membiarkan jamur tiram terendam di dalam wadah berisi air dalam hitungan menit.

Sifat jamur menyerupai spons yang cepat menyerap cairan.

Apabila direndam terlalu lama, kadar air di dalamnya kian bertambah sehingga cairan yang keluar saat dimasak jadi melimpah.

Cukup bilas jamur di bawah pancuran air mengalir sebentar untuk membersihkan kotoran, lalu segerakan meniriskannya.

3. Peras Pelan-Pelan Setelah Dibersihkan

Usai dicuci, peras jamur tiram secara perlahan menggunakan jemari.

Tidak perlu diputar terlampau kuat agar seratnya tidak rusak.

Tujuannya sekadar mengurangi sisa air yang menempel usai dicuci.

Cara simpel ini cukup ampuh meminimalisasi keluarnya air sewaktu proses penumisan.

4. Tiriskan Sampai Kering Sempurna

Setelah diperas, letakkan jamur di atas wadah penyaring selama beberapa saat.

Anda juga dapat memakai tisu dapur atau kain bersih untuk menyerap sisa kelembapan pada jamur.

Semakin kering kondisi jamur sebelum diolah, semakin kecil risiko tumisan menjadi becek.

5. Suwir Jamur Secara Merata

Proses mengolah jamur tiram agar tidak basah saat ditumis juga ditentukan oleh kerapian potongannya.

Suwir jamur mengikuti alur seratnya dengan ukuran relatif seragam.

Bentuk potongan yang seragam membantu proses pematangan lebih merata sehingga kadar air cepat menguap.

Jangan menyuwir terlalu kecil karena dapat membuat jamur cepat layu serta kehilangan teksturnya.

6. Manfaatkan Wajan yang Sudah Panas

Panaskan wajan terlebih dahulu hingga benar-benar panas sebelum memasukkan jamur.

Suhu tinggi mempercepat penguapan cairan sehingga jamur tidak malah 'terbusa' atau terebus oleh cairannya sendiri.

Teknik ini kerap dipakai saat mengolah sayuran supaya tetap renyah dan amat sesuai diterapkan pada jamur tiram.

7. Tumis Tanpa Memenuhi Wajan

Memasukkan jamur dalam jumlah banyak sekaligus akan menurunkan suhu wajan secara mendadak.

Dampaknya, jamur justru memproduksi air dan matang dengan cara dikukus, bukan ditumis.

Bila mengolah dalam porsi besar, bagi proses memasak menjadi beberapa tahap agar suhu panas wajan terjaga stabil.

8. Tambahkan Garam di Akhir Memasak

Garam memiliki sifat menyerap dan menarik cairan dari bahan masakan.

Apabila dibubuhkan di awal, jamur akan lebih cepat merembeskan air sehingga masakan menjadi basah.

Proses terbaik adalah menumis jamur bersama bawang, cabai, atau bumbu halus lainnya terlebih dahulu.

Sewaktu kadar air mulai menyusut dan jamur matang, barulah masukkan garam, kaldu bubuk, kecap, atau saus sesuai selera.

9. Jangan Menutup Wajan Saat Menumis

Menutup wajan bakal mengurung uap air di dalam.

Uap tersebut akan mengembun menjadi tetesan air dan jatuh kembali mengenai jamur, sehingga tumisan kian berair.

Biarkan wajan terbuka agar uap panas bisa terbuang bebas.

10. Batasi Waktu Memasak

Jamur tiram sebenarnya tidak membutuhkan durasi pengolahan yang lama.

Cukup tumis sekitar 5–7 menit berapi sedang hingga besar, tergantung banyaknya bahan.

Jika diolah terlalu lama, teksturnya berubah lembek dan makin banyak air yang keluar.

Kekhilafan yang Membuat Jamur Tiram Menjadi Berair

Selain memahami trik penanganannya, penting juga untuk menghindari kekhilafan berikut:

  • Merendam jamur terlampau lama sebelum dimasak.
  • Lupa meniriskan jamur usai dicuci.
  • Menggunakan nyala api yang terlalu kecil.
  • Memasukkan jamur sewaktu wajan belum cukup panas.
  • Menumis terlalu banyak bahan sekaligus.
  • Membubuhkan garam sejak awal proses.
  • Menutup wajan selama proses memasak.
  • Memasak jamur terlampau lama hingga teksturnya hancur lembek.

Melalui pencegahan kebiasaan di atas, hidangan jamur akan terasa makin gurih, bumbu meresap sempurna, dan teksturnya tetap renyah kenyal.

Tanya Jawab Seputar Pengolahan Jamur Tiram

1. Perlukah jamur tiram direbus sebelum ditumis?

"Tidak perlu. Merebus jamur justru dapat membuat kandungan airnya bertambah sehingga saat ditumis lebih mudah berair. Cukup cuci, tiriskan, lalu langsung tumis dengan api sedang hingga besar."

2. Bagaimana cara menyimpan jamur tiram agar tetap segar sebelum dimasak?

"Simpan jamur tiram di dalam kulkas menggunakan kantong kertas atau wadah yang memiliki sedikit sirkulasi udara. Hindari menyimpan jamur dalam kondisi basah karena dapat mempercepat pembusukan."

3. Bumbu apa yang paling cocok dipadukan dengan tumis jamur tiram?

“Jamur tiram cocok dipadukan dengan bawang putih, bawang merah, cabai, lada, saus tiram, kecap asin, kecap manis, minyak wijen, hingga irisan daun bawang. Kombinasi bumbu tersebut dapat memperkuat cita rasa gurih alami jamur tanpa membuat teksturnya lembek.”

Terkini