Modus Baru Penipuan Bos Incar Karyawan, Rekening Bisa Ludes

Rabu, 22 Juli 2026 | 13:39:41 WIB
Ilustrasi Penipuan Online.(Sumber:NET)

JAKARTA - Jika Anda bekerja sebagai karyawan, khususnya di bagian keuangan, harap bersikap waspada apabila menerima pesan dari pihak yang mengaku sebagai atasan atau CEO yang meminta transfer sejumlah uang.

Sebab, hal tersebut bisa jadi merupakan tindak kejahatan siber.Fenomena kejahatan ini dilaporkan marak terjadi sampai membuat otoritas pasar di India ikut turun tangan.

Sekuritas dan Pengawas Bursa India (SEBI) pun merilis imbauan resmi terkait maraknya modus penipuan yang mencatut identitas CEO maupun pimpinan perusahaan di berbagai platform, termasuk jejaring sosial.

Para penipu biasanya bakal menginstruksikan staf untuk mentransfer dana ke rekening pribadi mereka.

Atas dasar itu, SEBI mengimbau publik agar tidak langsung mengirimkan dana hanya berpatokan pada pesan yang diterima lewat jejaring sosial.

Aksi Boss Scam atau penipuan berkedok atasan ini dilancarkan melalui bermacam kanal komunikasi, seperti surel, WhatsApp, Microsoft Teams, hingga media sosial.

Pada metode pertama, penipu yang menyamar sebagai bos langsung mengarahkan korbannya untuk mengirimkan sejumlah uang ke rekening tertentu.

Sedangkan pada metode lainnya, penjahat siber akan menyisipkan berkas berbahaya (malware).

Begitu berkas itu dibuka, malware akan meretas WhatsApp Web dan mengancam keamanan perangkat milik korban.

Setelah berhasil menguasai akun WhatsApp Web, pelaku memperoleh akses penuh menuju staf divisi keuangan.

Selanjutnya, staf tersebut dipaksa segera mengirimkan sejumlah dana ke rekening milik pelaku.

"Pelaku penipuan mendapatkan akses ke akun WhatsApp petugas keuangan dan kemudian menghubungi karyawan akuntasi atau keuangan, meminta mereka melakukan pembayaran segera ke rekening bank perantara yang ditentukan," kata SEBI, Senin (20/7/2026).

Terkini