Wisata Murah Meriah di Desa Sindangkasih Garut, Tiket Rp 10 Ribu

Senin, 20 Juli 2026 | 19:01:38 WIB
Ilustrasi Desa Wisata Sindangkasih Garut.(Sumber:NET)

GARUT - Desa Wisata Sindangkasih yang terletak di Kabupaten Garut saat ini tengah digandrungi oleh banyak masyarakat.

Di kawasan ini, para pengunjung dapat menikmati kesegaran aliran sungai yang jernih sekaligus bermalam dalam suasana pedesaan yang menenangkan.

Letak Desa Wisata Sindangkasih berada tepat di Jalan Raya Garut-Tasikmalaya, Desa Sukamaju, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

Penamaan Desa Wisata Sindangkasih ini diambil karena lokasinya berada di lingkungan pemukiman warga dengan nama yang sama.Jaraknya tergolong tidak jauh dari area pusat kota Garut.

Berada sekitar 16 kilometer dari area Alun-alun Garut, waktu tempuhnya hanya memerlukan sekitar 30 menit apabila menggunakan kendaraan bermotor.

Posisinya berada persis di tepi jalan raya.Setibanya di sana, wisatawan cukup membayar tiket masuk seharga Rp 10 ribu saja, lalu berjalan kaki sekitar 200 meter ke arah bawah menuju area wisata.

Daya tarik utama destinasi ini terletak pada kejernihan dan keasrian aliran Sungai Ciwulan.

Potensi alam yang indah ini dimanfaatkan oleh pihak pengelola untuk dijadikan wahana rekreasi air.

Beragam aktivitas outdoor seru seperti river tubing hingga body rafting dapat dicoba di lokasi tersebut.

Sensasinya semakin terasa menyenangkan saat musim kemarau tiba, sebab selain cuaca yang mendukung, arus sungainya cenderung tenang dengan kedalaman kurang dari satu meter.

Untuk menikmati keseruan body rafting, pengunjung hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp 35 ribu per orang.

Pengunjung akan didampingi saat menyusuri sungai menggunakan ban pelampung sepanjang 750 meter sebanyak dua kali putaran.

"Desa wisata Sindangkasih ini pertama kali berdiri tahun 2019. Awalnya hanya homestay, tapi waktu itu sepakat dikembangkan dengan wisata yang lain, salah satunya permainan air di sungai," ucap Asep Wawan (61), salah seorang pengelola objek wisata.

Selain body rafting, terdapat pula wahana favorit lainnya bagi para wisatawan.Di antaranya yaitu tradisi ngagogo balong, berupa sensasi menangkap ikan langsung dengan tangan kosong di kolam luas cukup dengan membayar Rp 25 ribuan per orang.

Tak hanya itu, wisatawan dapat melihat langsung sekaligus belajar pengolahan usaha warga lokal.Aktivitasnya beragam, mulai dari proses pembuatan gula aren hingga cara menanam padi di sawah.

Menurut Asep, keberadaan Desa Wisata Sindangkasih mampu menjadi roda penggerak ekonomi warga setempat.

Saat ini, sekitar 35 warga yang tadinya berpenghasilan tak tentu dari pekerjaan serabutan kini memiliki penghasilan stabil dengan mengelola area wisata.

"Ada 35 orang yang mengelola, dari dua RT di Kampung Sindangkasih. Awalnya bekerja sebagai buruh harian lepas," katanya.

Bila berencana berkunjung, pastikan untuk menyempatkan diri mencicipi hidangan kuliner di sana.

Pengelola menyediakan sajian paket makanan khas Sunda lengkap dengan lauk andalan berupa ikan/ayam goreng, ikan asin, jengkol, serta sambal yang dibanderol mulai Rp 20 ribuan per porsi.

Desa Wisata Sindangkasih kini menjadi pilihan favorit para wisatawan, terutama pengunjung luar daerah yang mencari ketenangan.

Memasuki masa libur sekolah, objek wisata ini bahkan selalu dipadati hingga ratusan pengunjung setiap harinya.

Terkini