AI bantu prototipe cepat dan permudah tugas rutin tanpa menggantikan peran manusia

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:13:30 WIB
Penggunaan AI dalam pekerjaan kantor meningkat tanpa menggantikan peran manusia. (sumber gambar: NET)

JAKARTA - Kecerdasan buatan (AI) kini tidak lagi identik dengan pekerjaan programmer, karena agen AI seperti Codex semakin banyak dipakai pekerja berbasis pengetahuan untuk menyelesaikan tugas harian seperti membuat laporan, presentasi, spreadsheet, dan mengelola data.

Gabriel Chua, DX Engineer OpenAI, mengatakan banyak pekerjaan kantor memiliki alur terstruktur dan berulang sehingga agen AI dapat membantu menyusun, mengotomatisasi, serta menyempurnakan pekerjaan tanpa pengguna mesti memiliki latar belakang software engineer.

"Pembuatan laporan, spreadsheet, presentasi, peninjauan kontrak, pengisian dashboard, hingga proses internal lainnya umumnya mengikuti alur yang berulang. Di sinilah agen AI seperti Codex dan ChatGPT Work dapat membantu memetakan alur tersebut agar lebih mudah ditinjau, digunakan kembali, dan disempurnakan," ujar Gabriel kepada detikINET, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

OpenAI melaporkan secara global Codex dan ChatGPT Work kini memiliki lebih dari 7 juta pengguna aktif mingguan, dan lebih dari 1 juta orang memakai Codex untuk pekerjaan di luar pengembangan perangkat lunak seperti membersihkan data, menyiapkan laporan rutin, memahami codebase, hingga menguji alat internal.

Gabriel menekankan pekerja berbasis pengetahuan tidak harus menjadi programmer untuk memanfaatkan AI, namun mereka perlu mampu menjelaskan tujuan pekerjaan, memberi konteks, menetapkan batasan, meninjau hasil, dan melakukan iterasi supaya output AI sesuai kebutuhan.

OpenAI menyebut penggunaan Codex telah meluas ke profesi selain dunia software; tim komunikasi misalnya memakainya untuk menyusun kalender konten, membuat template berulang, dan membangun alur kerja sederhana untuk memantau unggahan media sosial.

Analis data dan peneliti menggunakan Codex untuk membersihkan kumpulan data, memetakan pola, lalu mengubah hasil analisis menjadi laporan siap pakai, sementara product manager memakai Codex sebagai asisten untuk menyiapkan agenda harian dan mengelola tugas administratif.

Gabriel memberi contoh bagaimana AI mempercepat pekerjaan, misalnya manajer produk yang mengumpulkan informasi dari Slack, dokumen, Linear, dan email lalu mengolahnya menjadi prototipe produk atau situs web yang bisa langsung diuji oleh tim.

"Alih-alih hanya menjelaskan ide melalui dokumen statis, timnya memiliki sesuatu yang nyata untuk diuji, didiskusikan, dan disempurnakan," jelas Gabriel, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Contoh lain datang dari maskapai Virgin Atlantic yang memanfaatkan ChatGPT Work berbasis Codex untuk membandingkan pengalaman pelanggan dengan pesaing, lalu menyusun data terstruktur sebagai dasar strategi bisnis lima tahun.

Menurut Gabriel, pekerjaan yang tadinya membutuhkan waktu berminggu-minggu kini bisa diselesaikan dalam hitungan jam, sehingga tim bisa lebih fokus pada analisis dan pengambilan keputusan.

Meski kemampuan AI semakin canggih, OpenAI menegaskan teknologi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan manusia.

"Codex tidak menggantikan keahlian manusia. Teknologi ini dirancang untuk membantu mempercepat terciptanya draf awal lebih cepat, sementara pertimbangan dan peninjauan mendalam tetap berada di tangan manusia," tutup Gabriel, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini