PSEL Jadi Bagian Strategi Nasional Tuntaskan 100 Persen Pengelolaan Sampah RI

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:41:31 WIB
Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat (sumber foto: NET

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menuntaskan 100 persen pengelolaan sampah nasional.

“PSEL satu hal, tetapi kita masih punya 480-an atau (sekitar) 470 kabupaten/kota tersisa. Problem-nya sama, kita harus memastikan sampah itu tuntas 100 persen,” kata Jumhur, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menjelaskan PSEL diarahkan untuk kawasan perkotaan dengan timbulan sampah besar, sementara daerah lain membutuhkan metode pengolahan sesuai karakteristik. Pembangunan PSEL minimal 1.000 ton per hari diperkirakan melayani 60–70 kabupaten/kota aglomerasi. Daerah lain tetap memerlukan solusi seperti RDF, pengolahan organik, maupun pemanfaatan kembali material.

Pemerintah mencatat timbulan sampah nasional mencapai 141.926 ton per hari, dengan 26 persen telah dikelola. Dalam peta jalan menuju 100 persen sampah terkelola pada 2029, PSEL diproyeksikan menangani 22,5 persen timbulan sampah, RDF 25,3 persen, pirolisis 20 persen, TPS3R dan bank sampah 19,8 persen, serta pengolahan organik 12,4 persen.

Jumhur menegaskan pengolahan sampah menjadi listrik bukan satu-satunya pilihan. “Waste to energy itu artinya bisa listrik, bisa menjadi bahan bakar lainnya, bahkan bisa menjadi bahan bakar minyak. Tadi kita lebih banyak berbicara mengenai energi listrik,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menambahkan pemerintah pusat, daerah, PLN, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat harus bekerja dalam satu sistem. 

“Semua pemangku kepentingan, termasuk PLN dan lain-lain, sudah dalam satu orkestrasi yang bagus. Bahkan sudah siap membeli hasil listriknya,” tutur Jumhur, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini