Musim Kemarau Kering Untungkan Petani Tembakau Selogiri Wonogiri

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:39:24 WIB
Petani tembakau di Selogiri, Wonogiri, optimistis panen musim kemarau lebih menguntungkan. (sumber foto: NET)

WONOGIRI - Fenomena El Nino yang menyebabkan musim kemarau lebih kering justru membawa berkah bagi sebagian petani tembakau di Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kondisi cuaca tersebut dinilai mendukung pertumbuhan tembakau yang tidak membutuhkan banyak air.

Salah satu petani, Joko Rusdiyanto, optimistis hasil panen tembakau musim kemarau tahun ini lebih baik dibandingkan sebelumnya. “Kalau dibandingkan lahan dibiarkan kosong saat kemarau, tembakau jauh lebih menguntungkan,” kata Joko, Selasa (14/7/2026).

Selama dua tahun terakhir, Joko rutin menanam tembakau di lahan sawah tadah hujan miliknya di Desa Jendi. Saat musim hujan, lahan tersebut ditanami melon, semangka, dan cabai. Namun, ketika pasokan air terbatas, ia beralih ke tembakau agar lahan tetap produktif. Menurutnya, kemarau kering akibat El Niño justru ideal bagi pertumbuhan tembakau.

Di lahan sekitar 2.000 meter persegi, Joko menanam 4.000 batang tembakau. Ia memperkirakan bisa menghasilkan sedikitnya empat kuintal tembakau kering sekali panen. Dengan harga jual Rp30.000–Rp60.000 per kilogram, omzet diperkirakan mencapai Rp12 juta. Sementara biaya produksi selama tiga bulan hanya sekitar Rp5 juta. Seluruh hasil panen langsung diserap perusahaan mitra di Klaten. “Ada yang mengambil, mitra. Dari Klaten,” ujarnya.

Kepala Bidang Produksi dan Penyuluhan Dispertan Wonogiri, Shidiq Purwanto, menyebut budidaya tembakau di Selogiri terus berkembang. Saat ini luas lahan tembakau di wilayah tersebut diperkirakan mencapai lima hektare. 

“Selogiri sangat memungkinkan untuk ditanami tembakau karena banyak lahan sawah tadah hujan. Namun, perawatannya memang harus lebih intensif dibanding tanaman padi,” katanya.

Meski begitu, sebagian besar produksi tembakau Wonogiri masih berasal dari wilayah selatan seperti Eromoko, Wuryantoro, dan Giriwoyo. Komoditas tembakau juga berkontribusi terhadap penerimaan daerah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Pada tahun anggaran 2026, Kabupaten Wonogiri menerima alokasi DBHCHT sebesar Rp19,9 miliar.

Terkini