Diperiksa 8 Jam Pascaterjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Pilih Bungkam

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:28:01 WIB
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani usai diperiksa di Mapolresta Solo terkait dugaan OTT KPK hendak menaiki bus menuju Jakarta. (FOTO:NET)

SOLO - Bupati Sukoharjo Etik Suryani tampak kebingungan saat turun dari ruang pemeriksaan tertutup di lantai 2 Mapolresta Solo, Jumat (10/7/2026) subuh.

Peristiwa tersebut terjadi setelah dirinya menjalani pemeriksaan ketat selama kurang lebih 8 jam seusai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan pantauan di lokasi pada pukul 05.40 WIB, politisi PDI Perjuangan itu langsung dikerumuni oleh puluhan jurnalis sesaat setelah keluar dari lorong tangga.

Etik kelihatan linglung ketika puluhan awak media mencecar dirinya dengan beraneka pertanyaan sembari mengikuti langkahnya untuk mengambil foto maupun video.

Ketika dicecar pertanyaan bertubi-tubi mengenai kasus dugaan korupsi yang menyeret namanya, Etik memilih untuk bungkam dan sesekali menundukkan kepalanya.

Melihat sang bupati terdesak di tengah kerumunan, seseorang di dekatnya segera menarik tangan Etik untuk berjalan memecah barisan wartawan menuju bus pariwisata yang telah bersiap di halaman mapolresta.

Setibanya di dalam kabin bus, Etik langsung mengambil posisi duduk di dekat jendela.

Wajahnya sempat agak terlihat dari luar sebelum akhirnya dirinya memilih menutup kaca jendela dengan gorden secara rapat guna menghindari bidikan kamera jurnalis.

Tepat pada pukul 05.43 WIB, bus yang membawa Etik bergerak meninggalkan Mapolresta Solo menuju Jakarta dengan dikawal mobil Patwal Polresta Solo.

Petugas Turut Mengangkut Enam Koper Hijau Barang Bukti

Saat melangkah menuju bus, penampilan Etik Suryani menyita perhatian.

Kepala Daerah Kabupaten Sukoharjo tersebut tampak mengenakan pakaian santai berupa kemeja putih yang dipadukan dengan rompi hitam, celana jins, serta jilbab dan masker hitam.

Tidak hanya mengamankan sang bupati, tim penindakan lembaga antirasuah pun kelihatan sibuk memindahkan aneka barang sitaan.

Sebanya enam koper hijau yang diduga kuat sebagai barang bukti hasil penggeledahan kelihatan diangkut oleh petugas KPK untuk dimasukkan ke bagasi bus tersebut.

Etik Suryani sendiri dikabarkan menjalani proses pemeriksaan dari Kamis (9/7/2026) malam hingga Jumat (10/7/2026) pagi di Mapolresta Solo setelah terjaring operasi senyap di wilayah Soloraya, Jawa Tengah.

KPK Benarkan Kasus Dugaan Pemerasan ASN

Secara terpisah, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya rangkaian operasi senyap yang menyasar kepala daerah di wilayah Soloraya tersebut. "Konfirmasi bahwa KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup dan terjadi peristiwa tertangkap tangkap di wilayah Soloraya, Jawa Tengah," ujar Budi melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (10/7/2026).

Budi menerangkan, pada operasi kali ini, tim penindak di lapangan tidak hanya menangkap sang bupati seorang diri, melainkan terdapat empat orang dekatnya yang ikut diamankan. "Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah lima orang, salah satunya Bupati Sukoharjo," terangnya.

Pihak KPK sengaja meminjam gedung kepolisian di daerah setempat guna melaksanakan interogasi kilat sebelum menerbangkan seluruh rombongan ke markas pusat di Jakarta. "Para pihak kemudian dilakukan pemeriksaan awal di Polresta Surakarta, dan pagi ini akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Budi membenarkan kalau delik pidana yang dituduhkan kepada Etik Suryani berkaitan dengan penyalahgunaan wewenang berupa pemerasan anggaran di internal birokrasi. "Adapun perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo," kata Budi.

Terkini