BANDUNG - Akses menuju Overpass Bojongsoang di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, bakal ditutup secara menyeluruh selama kurun waktu kurang lebih dua bulan terhitung sejak awal Agustus 2026.
Kebijakan ini diterapkan guna kelancaran proses perbaikan jalan amblas pada akses penghubung jembatan yang kerap mengalami pergeseran tanah.
Keputusan penutupan tersebut didapat melalui kesepakatan bersama dalam rapat koordinasi antara pihak Pemerintah Kabupaten Bandung, Pemerintah Kota Bandung, beserta beberapa instansi terkait.
Camat Bojongsoang, Kankan Taufik Barnawan, mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik proyek ini dijadwalkan bergulir mulai awal Agustus dengan target pengerjaan sekitar 60 hari kalender.
"Dari hasil rapat itu direncanakan awal Agustus mulai pekerjaan," ujar Kankan saat dihubungi, Kamis (9/7/2026).
Dipaparkan oleh Kankan, pemblokiran total akses jalan ke arah jembatan tersebut mutlak dilakukan demi menjaga keselamatan para pengendara selama proses perbaikan berjalan.
"Otomatis selama pekerjaan itu hampir sekitar 60 hari. Nah, itu otomatis harus ditutup total," katanya.
Overpass Bojongsoang sendiri merupakan jalur penghubung vital antara wilayah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung yang melintang tepat di atas ruas Tol Padaleunyi KM 146+400.
Kankan memastikan bahwa pengerjaan ini hanya berfokus pada perbaikan jalan pendekat, lantaran hasil pemeriksaan teknis menunjukkan struktur utama jembatan masih dalam kondisi kokoh.
Mengenai persoalan retakan yang sempat menghebohkan jagat maya, Kankan menerangkan bahwa kerusakan itu cuma melanda bagian sayap jembatan dan tidak berimbas pada kekuatan konstruksi utama.
"Kemarin kan viralnya itu karena retak ya, ternyata itu cuma di sayapnya saja. Jadi berdasarkan hasil kajian mereka, dari segi struktur jembatannya masih aman sehingga tidak perlu perbaikan," katanya.
Prioritas pengerjaan kali ini adalah membenahi jalan pendekat yang terus-menerus mengalami penurunan permukaan tanah sekaligus merekayasa kemiringan tanjakan agar menjadi lebih landai dan aman dilewati.
"Akses masuk ke jembatannya yang tanjakannya itu terlalu curam, kemudian terjadi pergeseran terus. Kalau untuk struktur jembatannya sendiri tidak ada pelebaran," ujarnya.
Langkah perbaikan ini diambil sebagai tindakan pencegahan guna menekan risiko insiden kecelakaan fatal yang sempat terjadi di tanjakan itu karena kendaraan gagal menanjak dan meluncur mundur.
"Karena tahun berapa itu saya lupa lagi, pernah terjadi kecelakaan mobil mundur lagi sehingga menimbulkan korban jiwa. Dari segi keselamatan kan diutamakan," katanya.
Sepanjang periode penutupan jalan berlangsung, warga masyarakat diimbau untuk menggunakan rute pengalihan arus yang sudah disediakan.
Para pengendara dari arah Buah Batu yang hendak menuju Bojongsoang bisa memotong jalan lewat Jalan Cikoneng menuju area depan Kantor Kecamatan Bojongsoang atau memanfaatkan rute Ciganitri yang tembus ke wilayah Warung Bandrek, sementara pengguna jalan dari arah Gedebage dialihkan melewati jalur Sapan.
Kankan berharap publik bisa memahami situasi ini lantaran perbaikan infrastruktur tersebut dilaksanakan demi meningkatkan faktor keselamatan bagi kami semua.
Sebelumnya, infrastruktur jembatan ini sempat menjadi sorotan khalayak setelah rekaman video yang memperlihatkan keretakan di bagian sayap jembatan menyebar luas di media sosial, di mana celah retakan dilaporkan mencapai panjang lima meter dan lebar lima sentimeter.
Seorang warga setempat, Kalin (55), membeberkan bahwa ia baru menyadari adanya kerusakan itu setelah kondisinya ramai diperbincangkan di internet, walaupun dirinya saban hari melewati kawasan tersebut.
"Enggak tahu kapan, tahu-tahu sudah retak begini. Saya juga baru tahu setelah viral. Sebelumnya sih kondisinya enggak retak, aman-aman saja," katanya.