HUT ke-80 Bhayangkara: Prabowo Ingatkan Polri Lindungi Rakyat

Kamis, 02 Juli 2026 | 15:41:39 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto saat menyampaikan arahan di HUT ke-80 Bhayangkara.(FOTO:NET)

BOGOR - Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada hari Rabu (1/7/2026), menjadi saksi pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang bergulir secara khidmat serta meriah.

Bermacam-macam pertunjukan kesiapan pengamanan beserta parade defile dipertontonkan oleh Polri dalam momentum Hari Bhayangkara yang turut dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Cikeas.

Pihak Polri pun menyelenggarakan pameran aneka macam produk, perlengkapan, kendaraan, serta inovasi penunjang tugas kepolisian yang dipantau langsung oleh Prabowo.

Di balik kemeriahan atraksi dan parade tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara menitipkan amanat supaya Polri senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat luas, dan tiada henti berbenah diri.

Sebagai aparat penegak hukum, kepolisian pun diingatkan wajib mengayomi, bukan malah mempersulit masyarakat.

"Jadilah polisi yang dekat dengan rakyat. Datanglah ketika rakyat membutuhkan. Dengarkan rakyat, layani rakyat, lindungi rakyat. Jangan justru menyusahkan rakyat," kata Prabowo dalam pidatonya.

Pada momentum berharga ini, Prabowo pun menitipkan pesan agar kepolisian senantiasa memelihara kepercayaan masyarakat.

"Pertama, jagalah kepercayaan rakyat. Karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi," kata Prabowo dalam pidatonya.

Kepala Negara turut memperingatkan bahwa polisi dibiayai oleh dana dari masyarakat.

Oleh karena itu, aparat kepolisian harus membaur dengan rakyat serta senantiasa menyimak dan mendatangi warga yang memerlukan pertolongan.

"Dengarkan rakyat layani rakyat lindungi rakyat jangan justru menyusahkan rakyat, ingat gaji kami sebagai alat negara adalah dari rakyat semua perlengkapan kami dari rakyat karena itu kami harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kami," jelasnya.

Selanjutnya, ia memotivasi Polri agar menjalankan penegakan hukum secara adil.

Polisi wajib berani membela hal-hal yang benar sekaligus memayungi pihak-pihak yang lemah.

Prabowo pun mengimbau kepolisian agar terus memacu aspek profesionalisme mereka.

"Kuasai ilmu pengetahuan, kuasai teknologi, kuasai kecerdasan buatan. Kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, yang cerdas, dan yang handal," ucapnya.

Lebih jauh lagi, Prabowo memberikan perhatian pada sinergisitas Polri dengan kementerian atau lembaga lain, termasuk pihak TNI.

Menurut pandangannya, Polri mustahil bekerja sendirian dan wajib senantiasa bersinergi dengan pihak pemerintah beserta elemen masyarakat yang lain.

"Bersama semua institusi pemerintah. Bersama tokoh masyarakat. Bersama ulama. Bersama akademisi. Bersama media. Bersama pengusaha. Bersama petani, nelayan, dan buruh Bersama seluruh rakyat Indonesia" ucapnya.

Dalam kesempatan berharga tersebut, ia mengimbau Polri agar tiada henti membetulkan performa diri.

Prabowo pun meminta segenap jajaran kepolisian untuk menjauhkan diri dari sikap tinggi hati.

"Jangan pernah Berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong," kata Prabowo.

Menurut opini Prabowo, Polri sepatutnya kian menjelma menjadi institusi yang rendah hati, namun bukan berarti rendah diri.

Mantan Menteri Pertahanan ini pun mewanti-wanti supaya Polri terus mendengarkan keluhan serta aspirasi yang datang dari rakyat.

"Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati," ucapnya.

Bukan hanya itu, Prabowo turut melayangkan apresiasi tinggi bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dinilai telah melakukan restrukturisasi di internal Korps Bhayangkara.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada Kapolri beserta seluruh jajarannya yang terus melakukan pembenahan organisasi, meningkatkan profesionalisme, meningkatkan disiplin, memperkuat pelayanan publik dan membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa," ucapnya.

Dia menginstruksikan agar Polri senantiasa memelihara kehormatan Kepolisian Republik Indonesia.

"Dan yang paling penting, jagalah bangsa dan rakyat Indonesia. Dirgahayu ke-80 kepolisian Negara Republik Indonesia. Polri untuk masyarakat. Polri presisi untuk Indonesia maju. Selalu bersama rakyat. Selalu menjaga Indonesia. Polri di depan sebagai Bhayangkara bangsa Indonesia," lanjut dia.

Dalam kesempatan yang sama pula, Prabowo memperingatkan supaya hukum jangan sampai dijadikan sebagai sarana untuk melakukan balas denkamt politik, ataupun dipakai demi meladeni kepentingan kelompok tertentu saja.

“Hukum tidak boleh menjadi alat mereka mereka yang punya uang, hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik, hukum tidak boleh digunakan untuk kepentingan suatu kelompok manapun,” ucap Prabowo.

Ia memotivasi segenap anggota kepolisian untuk menegakkan keadilan hukum tanpa membedakan latar belakang.

Prabowo menggarisbawahi bahwa Indonesia merupakan sebuah negara hukum.

Sebab itu, hukum wajib memayungi masyarakat luas, terkhusus bagi kelompok yang lemah, serta menghadirkan rasa aman untuk warga negara yang jujur.

“Tidak boleh ada kriminalisasi, tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang, dan tidak boleh ada siapapun yang kebal terhadap hukum,” ujar dia.

Terkini