Magang Nasional 2026: Gaji Rp 6 Juta, Syarat, dan Kuota 150 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 09:58:01 WIB
Acara pelepasan 1.105 peserta Magang Nasional Batch II di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).(FOTO:NET)

JAKARTA - Program Magang Nasional (PMN) 2026 memberikan kompensasi bulanan senilai Rp 3,5 juta hingga Rp 6 juta bagi setiap partisipan.

Besaran nominal tersebut menyesuaikan dengan standar upah minimum kabupaten/kota (UMK) di wilayah tempat peserta melaksanakan magang.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyatakan bahwa PMN merupakan langkah strategis Presiden Prabowo Subianto yang mulai diimplementasikan via Kementerian Ketenagakerjaan sejak 2025.

Inisiatif ini dirancang guna mempermudah akses lulusan perguruan tinggi ke pasar tenaga kerja.

"Selama mengikuti magang, para peserta mendapatkan gaji sekitar Rp 3,5 sampai Rp 6 juta per bulan tergantung upah minimum Kabupaten/Kota tempat ia bekerja," kata Teddy saat pembukaan Program Magang Nasional 2026, dalam keterangannya, Senin (29/6/2026), dikutip dari Antara.

Teddy memaparkan bahwa salah satu kendala utama pemerintah adalah mengakselerasi penyerapan lulusan universitas ke industri.

Oleh karena itu, PMN dikonsep sebagai penghubung antara institusi pendidikan dan dunia kerja.

"Salah satu PR pemerintah yang terus ada sejak dulu adalah bagaimana caranya mahasiswa khususnya S1 yang lulus kuliah bisa langsung dapat kerja dan dapat gaji," ujarnya.

Di samping menerima honor, peserta mengikuti magang selama enam bulan di perusahaan mitra.

Sepanjang durasi tersebut, mereka akan menerima bimbingan intensif dari mentor atau staf senior guna mengasah kemampuan dan wawasan profesional.

"Peserta PMN dilatih dan didampingi oleh mentor atau pekerja senior perusahaannya agar skill bertambah. Tahun ini juga tidak hanya merekrut lulusan S1, tetapi juga dari profesi dan saudara kami dari difabel," kata Teddy.

Pemerintah menambah kuota PMN 2026 menjadi 150.000 orang, meningkat dari 100.000 partisipan pada 2025.

Para peserta akan tersebar di kurang lebih 8.800 perusahaan, baik itu BUMN maupun entitas swasta di berbagai wilayah.

Teddy menyebut bahwa capaian PMN pada tahun perdana memberikan impresi yang baik.

Dari 100.000 peserta di 2025, sebanyak 30 persen atau 30.000 individu sukses diangkat menjadi karyawan tetap pascamagang.

Sementara itu, 30 persen peserta lainnya sedang menunggu konfirmasi rekrutmen dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan setelah program selesai.

"Artinya program ini juga adalah jembatan nyata bagi mahasiswa yang lulus untuk dapat langsung bekerja dan mendapat penghasilan," kata Teddy.

Terkini