Jakarta Duduki Peringkat Dua Kota Paling Berpolusi

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:49:08 WIB
Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta. (FOTO:NET)

JAKARTA - Tingkat mutu udara di area Jakarta pada Jumat pagi ini masuk dalam klasifikasi tidak sehat dan menduduki peringkat kedua sebagai kota dengan polusi udara paling parah di seluruh dunia.

Berdasarkan laporan data dari situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 07.50 WIB, angka indeks kualitas udara (AQI) di daerah Jakarta menyentuh level 166 atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan polutan udara utama PM2.5 serta konsentrasi sebesar 83,9 mikrogram per meter kubik.

Skor tersebut mengindikasikan bahwa tingkat mutu udara yang ada tidak sehat untuk kelompok masyarakat yang sensitif karena berisiko merugikan kesehatan manusia maupun kelompok satwa yang sensitif, atau bisa memicu kerusakan pada tumbuh-tumbuhan serta merusak estetika lingkungan sekitar.

Situs pemantau itu pun merekomendasikan beberapa tindakan mitigasi guna merespons kondisi polusi di Jakarta, yaitu warga disarankan untuk membatasi kegiatan di luar ruangan.

Jika terpaksa harus beraktivitas di ruang terbuka maka masyarakat disarankan memakai masker, serta selalu menutup jendela ruangan untuk menghindari masuknya partikel udara luar yang kotor.

Sementara itu, untuk klasifikasi udara dengan kategori baik ditunjukkan melalui indeks mutu udara yang tidak memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia maupun hewan dan tidak merusak tanaman, bangunan, ataupun keasrian lingkungan dengan ambang batas PM2,5 pada rentang 0-50.

Selanjutnya, untuk kategori dengan status sedang menggambarkan kondisi kualitas udara yang tidak berdampak langsung pada kesehatan manusia atau satwa tetapi memberikan pengaruh negatif terhadap tumbuhan yang sensitif serta keindahan lingkungan dengan sebaran PM2,5 pada kisaran 51-100.

Berikutnya, untuk klasifikasi dengan status sangat tidak sehat berada pada cakupan PM2,5 sebesar 200-299 yang mencerminkan tingkat kualitas udara yang bisa mengganggu kesehatan sebagian lapisan masyarakat yang terpapar polusi udara tersebut.

Pada bagian akhir, indikator berbahaya berada pada rentang 300-500 yang mengisyaratkan bahwa secara umum mutu udara tersebut dapat menimbulkan dampak kesehatan yang fatal bagi masyarakat luas.

Adapun wilayah perkotaan dengan mutu udara paling buruk di posisi pertama ditempati oleh Kampala (Uganda) yang mencatatkan skor 167, diikuti tempat ketiga oleh Kinshasa (Kongo) dengan perolehan angka 134.

Pada urutan keempat ditempati oleh Johannesburg (Afrika Selatan) yang berada pada level 123, dan pada peringkat kelima diduduki oleh Lahore (Pakistan) yang mengantongi angka indeks 117.

Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang mengupayakan langkah penanganan cepat untuk mengatasi isu pencemaran udara di kawasan ibu kota sepanjang musim kemarau, yang diprediksi berlangsung mulai awal Mei hingga Agustus mendatang.

Formulasi langkah taktis penanggulangan polusi udara di masa kemarau tersebut di antaranya meliputi optimalisasi sistem pemantauan mutu udara serta pelaksanaan uji emisi untuk kendaraan bermotor.

Di samping tindakan tersebut, Pemprov DKI juga mempunyai program Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) yang saat ini sedang dievaluasi kembali dari berbagai perspektif, mulai dari perkembangan tren PM2.5, kontribusi emisi pada tiap sektor, sampai implikasinya bagi kesehatan masyarakat.

Berdasarkan hasil kajian Pemprov DKI, agenda pengendalian polusi udara tidak bisa diselesaikan oleh satu wilayah secara mandiri sehingga memerlukan langkah penanganan bersama yang terintegrasi antarinstansi perangkat daerah sekaligus kerja sama lintas kawasan di sekitar area Jakarta.

Terkini

Panduan Lengkap Manajemen Waktu yang Efisien

Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:57:01 WIB

Strategi Ampuh Melawan Malas dan Prokrastinasi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:48:01 WIB

Panduan Lengkap Menemukan Passion Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:37:01 WIB