Menhan Filipina Kena Sanksi Beijing Usai Kritik di Dialog Shangri-La

Jumat, 12 Juni 2026 | 16:03:15 WIB
Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr. (FOTO:NET)

BEIJING - Otoritas China menjatuhkan sanksi resmi kepada Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro Jr beserta anggota keluarganya pada Kamis (11/6/2026).

Hukuman tersebut dijatuhkan setelah Teodoro dianggap melontarkan argumen yang merusak hubungan bilateral kedua negara serta merugikan kepentingan nasional pihak Beijing.

Pihak Kementerian Luar Negeri China menilai bahwa Menhan Filipina telah berkali-kali mengeluarkan pernyataan tidak bertanggung jawab yang mengganggu hubungan diplomatik sekaligus merusak hak sah milik Beijing.

Melalui sanksi yang ditetapkan ini, Teodoro bersama istri dan anaknya resmi dilarang untuk berkunjung ke wilayah China daratan, Hong Kong, hingga Makau.

Tidak hanya itu, seluruh organisasi maupun perorangan di China juga dilarang keras untuk melakukan transaksi ekonomi, jalinan kerja sama, atau aktivitas lainnya dengan mereka.

Keputusan tegas tersebut diumumkan selang beberapa hari setelah Teodoro memberikan kritik tajam terhadap tindakan China dalam forum keamanan internasional Shangri-La Dialogue di Singapura.

Saat terlibat dalam debat yang sengit melawan perwakilan dari militer China, Menhan Filipina menuduh pihak Beijing telah merebut wilayah sengketa di Laut China Selatan dan menindas masyarakatnya sendiri.

Di tengah jalannya diskusi panel tersebut, dua perwira senior dari Tentara Pembebasan Rakyat China sempat mempertanyakan posisi Filipina, apakah akan terus bertindak sebagai perpanjangan tangan Amerika Serikat di Asia atau memilih jalur hubungan yang lebih kooperatif dengan China.

Pertanyaan itu disanggah oleh Teodoro yang langsung membela mati-matian bentuk kemitraan keamanan strategis yang dibangun oleh Manila.

Perlu diketahui pula bahwa Filipina merupakan salah satu mitra keamanan paling lama bagi Amerika Serikat di kawasan Asia-Pasifik.

Merespons argumen Teodoro selama di Singapura, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, langsung bereaksi keras dan menyatakan bahwa Menhan Filipina telah berulang kali memberikan pernyataan yang keliru mengenai negaranya.

Ia menambahkan bahwa ucapan tersebut sangat mencederai rasa saling percaya serta hubungan baik antara China-Filipina, sekaligus dianggap bertolak belakang dengan kepentingan mendasar dari rakyat Filipina sendiri.

Hingga saat ini, baik Gilberto Teodoro Jr maupun Pemerintah Filipina terpantau belum memberikan respons langsung terkait pengumuman sanksi terbaru dari pihak Beijing.

Hubungan diplomatik antara Beijing dan Manila sendiri memang terus memanas dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini akibat konflik yang kian sering terjadi di Laut China Selatan.

Kedua belah pihak diketahui mempunyai klaim wilayah yang saling tumpang tindih, serta kerap saling melempar tuduhan terkait tindakan provokasi di area sekitar terumbu karang maupun gosong dangkal yang masih menjadi sengketa.

Terkini