Petani Blora Protes, Bulog Segera Benahi Manajemen PT GMM

Selasa, 02 Juni 2026 | 12:53:43 WIB
Petani Tebu Sedang Memanen Tebu. (Sumber: NET)

JAKARTA - Perum Bulog segera mengambil langkah nyata merespons keluhan para petani tebu di Kabupaten Blora yang hasil buminya belum diserap oleh PT Gendhis Multi Manis (GMM). 

Perusahaan milik negara ini mengambil kebijakan untuk melakukan pembaruan pada susunan manajemen anak usahanya tersebut.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Perum Bulog, Tomi Wijaya menegaskan bahwa manajemen pusat berkomitmen membenahi sistem tata kelola sekaligus operasional di PT Gendhis Multi Manis. 

Langkah solutif ini diambil demi menjawab keresahan yang dihadapi oleh para petani tebu lokal.

“Every masukan dari petani menjadi perhatian kami. Berbagai langkah perbaikan yang telah dilakukan merupakan bentuk komitmen Bulog untuk memastikan operasional perusahaan semakin baik serta memberikan manfaat yang optimal bagi petani tebu dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Tomi dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (2/6/2026).

Sebagai wujud nyata dari pembenahan internal, Bulog telah merekomendasikan pergantian jajaran pengurus Gendhis Multi Manis dengan figur-figur baru. 

Penyegaran ini diharapkan mampu membuat perusahaan berjalan lebih efektif, profesional, serta lebih fokus pada peningkatan pelayanan terhadap petani.

"Perubahan kepemimpinan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi operasional, meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan, serta mendorong terciptanya hubungan yang lebih baik antara perusahaan dengan petani sebagai mitra utama dalam ekosistem pergulaan," tutur Tomi.

Tidak hanya berfokus pada perombakan pengurus, Bulog juga sudah menyodorkan usulan perbaikan mesin boiler PT GMM kepada Pemegang Saham lewat mekanisme prosedural yang berlaku. 

Perbaikan teknis ini ditujukan untuk mendongkrak keandalan sarana produksi pabrik agar proses giling berjalan lancar dan kinerja pengolahan tebu semakin maksimal.

Sebelumnya, PT Gendhis Multi Manis dilaporkan belum beroperasi secara penuh sehingga kapasitas penyerapan tebu dari petani mengalami penurunan. 

Tomi menjabarkan bahwa berjalannya operasional pabrik gula secara normal merupakan kunci utama agar komoditas panen petani lokal bisa diserap seutuhnya.

"Oleh karena itu, berbagai upaya perbaikan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik dan ketentuan yang berlaku," ucap dia.

Tomi juga memastikan bahwa Perum Bulog akan senantiasa membangun komunikasi serta koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait demi menjamin kelancaran proses pembenahan ini. 

Langkah ini sekaligus menjaga agar industri gula nasional tetap sehat, produktif, serta berkelanjutan untuk jangka panjang.

Di sisi lain, anak usaha Perum Bulog, PT Gendhis Multi Manis (GMM) memberikan garansi bahwa hasil panen petani tebu setempat dipastikan akan tetap diserap. 

Tebu-tebu lokal tersebut nantinya bakal dialihkan ke wilayah Kabupaten Blora sendiri maupun ke area di luar kawasan.

Plt Direktur Utama PT GMM Sri Emilia Mudiyanti mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menjaring aspirasi dari para petani tebu. Tim ini juga ditugaskan menyusun skema terbaik agar hasil bumi petani tebu Blora segera terserap.

“Kami sudah membentuk tim untuk membantu proses penyerapan dan pengalihan tebu petani ke pabrik gula lainnya. Saat ini juga sedang dilakukan pendataan wilayah-wilayah yang dapat membantu penyerapan tebu petani,” ujar Emilia, mengutip keterangan resmi, Senin (1/6/2026).

Sebagai informasi, kepastian penyerapan ini dikeluarkan untuk merespons aksi demonstrasi yang digelar oleh para petani tebu di depan pabrik gula GMM. 

Dalam aksi protes tersebut, para petani sempat membuang tebu hasil panen mereka karena pabrik belum kunjung menyerapnya.

Sri Emilia menerangkan bahwa GMM saat ini memang belum memulai masa giling atau operasional pabrik karena adanya kendala teknis pada mesin. 

Sebagai bagian dari Perum BULOG yang berstatus BUMN, tiap kebijakan dan tindakan yang diambil perusahaan harus melewati proses evaluasi serta tata kelola yang sesuai dengan regulasi resmi.

"Berbagai langkah penanganan dan koordinasi saat ini masih terus berproses bersama pihak-pihak terkait," ucapnya.

Terkini