Polisi Olah TKP dan Cari Penyebab Ledakan di PT MCCI Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:07:24 WIB
Lokasi sumber ledakan yang berasal dari salah satu perusahaan.(Sumber:NET)

SERANG - Kepolisian Daerah (Polda) Banten bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri hingga kini masih mendalami penyelidikan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) mengenai peristiwa ledakan di PT Merak Chemical Indonesia (MCCI), Kota Cilegon.

"Hari ini Polda Banten bersama Puslabfor Bareskrim Polri masih melakukan olah TKP serta pengambilan alat bukti untuk dilakukan uji laboratorium guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut," kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, di Serang, Jumat.

Ia menerangkan bahwa demi melengkapi berkas proses penyelidikan, aparat kepolisian juga terus meminta keterangan dari sederet saksi. Para saksi yang diperiksa mencakup korban luka, warga yang tinggal di sekitar area pabrik, hingga perwakilan manajemen perusahaan.

Lebih jauh, Maruli membeberkan runtutan waktu insiden yang berlangsung pada Senin (25/5) kira-kira pukul 16.00 WIB itu. 

Berdasarkan informasi dari perwakilan PT MCCI, Arif Budiawan, kejadian berawal ketika operasional perusahaan tengah berjalan seperti biasa. 

Secara mendadak, muncul bunyi ledakan yang terbilang kencang dari bagian produksi di PTA-1 PT MCCI.

Bunyi ledakan itu langsung membuat sistem peringatan dini (Early Warning System) berbunyi secara otomatis. 

Pihak manajemen perusahaan seketika itu juga memerintahkan seluruh pekerja untuk segera melakukan evakuasi demi menjaga keselamatan kerja.

"Dugaan sementara, insiden ini terjadi karena adanya kebocoran pipa akibat tekanan suhu yang sangat tinggi. Kebocoran itu diduga menyebabkan peningkatan tekanan sehingga menimbulkan suara ledakan yang cukup besar," katanya menerangkan.

Setelah kejadian, manajemen MCCI langsung mengambil tindakan darurat dengan menyetop untuk sementara waktu semua kegiatan operasional di lokasi terkait dan memeriksa kondisi teknis pada jaringan pipa serta reaktor. 

Namun malang, imbas dari peristiwa itu, dua orang pekerja mengalami luka-luka dan menjadi korban.

"Saat ini kedua korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Krakatau Medika," ujarnya.

Guna mengamankan lokasi, anggota Polres Cilegon bersama Polda Banten sudah memasang garis polisi di sekeliling TKP. 

Personel Satuan Brimob Polda Banten pun ikut dikerahkan demi mensterilkan kawasan pabrik dan memastikan tidak ada zat radioaktif yang mencemari udara. 

Keadaan di lapangan kini mulai kondusif dan embusan asap tebal dikabarkan telah hilang sejak pukul 18.00 WIB pada hari insiden itu terjadi.

Di bagian akhir pernyataannya, Kabid Humas Polda Banten meminta agar warga di sekitar lokasi kejadian tidak panik dalam menghadapi kasus kecelakaan kerja ini.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, waspada, dan tidak terpancing atau mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," katanya.

Terkini