Polisi Sebut Pembacokan OTK di Solo Bukan Aksi Klitih

Kamis, 21 Mei 2026 | 10:20:45 WIB
Kasi Humas Polresta Solo, AKP Lingga Ramadhani (kiri), didampingi Kapolsek Serengan, AKP Sunyono (kanan).(Sumber:NET)

SOLO- Pihak Polresta Solo menegaskan bahwa kasus pembacokan yang dialami seorang pengendara motor oleh orang tidak dikenal (OTK) di Jalan Gatot Subroto atau Koridor Gatsu pada Jumat (15/5/2026) malam lalu bukanlah tindakan klitih.

Aparat kepolisian menyatakan peristiwa itu sebagai bentuk kekerasan di jalan raya yang terjadi akibat salah paham antara pihak pelaku dan korban.

AKP Lingga Ramadhani selaku Kasi Humas Polresta Solo menjelaskan, perselisihan bermula ketika korban dan pelaku saling berpapasan di sekitar perempatan Pasar Mbeling, yang kemudian berlanjut sampai ke area Singosaren, Koridor Gatsu.

"Berdasarkan keterangan dari korban, benar bahwa yang bersangkutan kurang lebih pukul 03.15 dini hari berjalan dari arah utara menuju ke selatan, tepatnya di simpang empat Pasar Mbeling berpapasan dengan diduga pelaku dari arah barat menuju ke arah utara," ujar Lingga kepada awak media, Rabu (20/5/2026).

Menurut penjelasan Lingga, ketika berpapasan di area persimpangan tersebut, posisi kendaraan pelaku dianggap terlalu melebar sehingga hampir mengakibatkan kecelakaan. Kondisi ini memicu pelaku dan korban untuk saling menengok.

Merasa tidak terima, pelaku memutar balik kendaraannya lalu mengejar korban sampai ke dekat kawasan Matahari Singosaren di Jalan Gatot Subroto.

"Sambil mengejar korban, pelaku diduga mengetuk helm bagian belakang korban menggunakan celurit kecil sebanyak dua kali."

"Selanjutnya pelaku menyayat kan celurit kecil tersebut ke bagian tubuh korban sehingga mengenai paha sebelah kanan," papar Lingga.

Lantaran sabetan senjata tajam itu, korban menderita luka sayatan di bagian paha kanan sepanjang 10 sentimeter dan mesti mendapatkan 10 jahitan.

"Kemudian setelah kejadian tersebut, korban menuju ke Polsek Serengan melaporkan kejadian ini," ujar Lingga.

Pihak berwajib menegaskan bahwa tindakan kekerasan ini murni berawal dari konflik sesaat di jalan raya, bukan aksi klitih ataupun penyerangan secara acak yang sering mencemaskan masyarakat.

"Setelah kami dalami ternyata terjadi percekcokan dulu atau terjadi masalah terlebih dahulu dengan pelaku dan terhadap korban, kesalahpahaman. Jadi untuk kejadian tersebut adalah murni kesalahpahaman antara kedua belah pihak," katanya.

Lingga menyampaikan bahwa hingga kini pelaku masih dalam perburuan. Aparat kepolisian pun terus mendalami identitas pelaku lewat rangkaian penyelidikan yang mendalam.

"Sampai dengan saat ini masih kita lakukan penyelidikan, nanti untuk update selanjutnya kami akan update kembali," ujarnya.

Di sisi lain, keadaan korban saat ini diinformasikan sudah stabil dan sudah diizinkan pulang ke rumah setelah memperoleh tindakan medis.

"Untuk sampai saat ini korban hanya mengalami luka sayatan kecil, hanya dilakukan jahitan sepanjang 10 senti dan disarankan rawat jalan," tandasnya.

Tags

Terkini