SAMARINDA – Tumpukan sampah plastik sumbat saluran air Amfiteater Samarinda hingga memicu genangan saat hujan deras melanda kawasan ikonik di tepian sungai tersebut.
Material sisa konsumsi masyarakat tersebut tampak memenuhi celah drainase yang seharusnya berfungsi mengalirkan air menuju pembuangan akhir.
"Sampah plastik ini memang menjadi kendala utama karena menyumbat lubang-lubang kecil di drainase amfiteater," kata Heri, salah satu pengunjung di lokasi, seperti dikutip dari rri.co.id, Senin (27/4/2026).
Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan fasilitas publik dinilai masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah kota setempat.
Heri menyebutkan bahwa penumpukan material tersebut biasanya semakin terlihat jelas ketika intensitas hujan sedang tinggi-tingginya.
Keberadaan benda-benda tak terurai ini menghambat laju air sehingga kawasan yang biasanya kering menjadi becek dan tidak nyaman.
"Pemerintah perlu rutin mengecek kondisi saluran air agar tidak ada lagi genangan yang mengganggu kenyamanan pengunjung," ujar Heri kembali melansir dari rri.co.id.
Petugas kebersihan diharapkan segera melakukan tindakan preventif guna mengosongkan volume sampah yang mengendap di dasar selokan.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya membuang limbah pada tempat yang telah disediakan demi menjaga estetika kota.
Amfiteater yang menjadi kebanggaan warga ini semestinya bebas dari gangguan infrastruktur seperti saluran pembuangan yang mampet.
Pengelolaan limbah rumah tangga dan pengunjung di area tepian Mahakam harus diperketat agar sistem drainase berfungsi maksimal.